Somasi Clara Shinta Hampir Rp11 Miliar, Ini Kerugian yang Dirasakan Tri Indah Gegara VCS Terbongkar
Polemik rumah tangga Clara Shinta kian memanas dan memasuki babak baru yang lebih kompleks.
Tidak hanya berujung pada proses perceraian dengan Muhammad Alexander Assad, konflik ini kini merambah ke ranah hukum dengan melibatkan pihak ketiga dan nilai tuntutan yang fantastis. Scroll lebih lanjut yuk!
Perkara bermula saat Clara Shinta membongkar dugaan perselingkuhan suaminya melalui bukti video call bersifat asusila yang kemudian menjadi konsumsi publik.
Namun, alih-alih mendapatkan simpati penuh, Clara Shinta justru dihadapkan pada somasi dari perempuan yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut, yakni Tri Indah Ramadhani. Dalam somasi itu, Tri Indah menuntut ganti rugi dengan nominal mencapai Rp10,7 miliar atau hampir Rp11 miliar akibat momen video call seks (VCS) dengan Alexander Assad yang terbongkar.
Clara Shinta mengaku terkejut atas langkah hukum tersebut. Padahal, Clara Shinta menilai dirinya sebagai pihak yang dirugikan, sehingga tuntutan tersebut terasa tidak adil.
"Saya mendapatkan surat somasi dari saudari Indah dengan permintaan penggantian ganti rugi atas psikisnya yang terganggu, dan terganggunya pekerjaan dengan nilai yang cukup fantastis, Rp10,7 miliar," kata Clara Shinta saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026.
Di sisi lain, somasi yang dilayangkan Tri Indah disebut berkaitan dengan dampak yang ia alami setelah dugaan video call tersebut tersebar luas. Ia mengklaim mengalami tekanan psikologis serta gangguan terhadap aktivitas profesionalnya. Namun, pernyataan ini justru memicu respons keras dari pihak Clara Shinta.
Tak tinggal diam, Clara Shinta bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, segera menyiapkan langkah balasan. Mereka menegaskan akan memberikan tanggapan resmi atas somasi tersebut sekaligus mengambil tindakan hukum lanjutan berupa somasi balik.
"Pertama, kami akan menjawab somasi secara resmi. Lalu, kami juga akan melakukan upaya hukum yaitu mensomasi saudari Indah. Kenapa? Karena klien kami yang paling merasakan kerugian itu," tegas Sunan Kalijaga.
Menurut Sunan Kalijaga, dampak yang dialami Clara Shinta jauh lebih luas dan serius dibandingkan klaim yang diajukan pihak lawan. Ia menyebut konflik ini telah menghancurkan rumah tangga kliennya hingga berujung pada gugatan cerai. Tidak hanya itu, kondisi psikologis anak-anak Clara Shinta juga disebut ikut terganggu akibat situasi tersebut.
Lebih jauh, reputasi Clara Shinta di dunia profesional dan media sosial juga mengalami penurunan signifikan.
"Klien kami mengalami rusaknya rumah tangga. Lalu terganggunya psikis anak-anak, serta pekerjaan. Klien kami punya nama baik di sosial media dan dalam pekerjaannya," kata Sunan Kalijaga.
Dengan saling melayangkan somasi, konflik ini diperkirakan akan berlanjut ke proses hukum yang lebih panjang. Publik pun kini menanti bagaimana kelanjutan kasus yang tidak hanya menyangkut persoalan rumah tangga, tetapi juga reputasi, psikologis, hingga kerugian materiil dari masing-masing pihak.