Valentino Jebret Bongkar Masalah Kekalahan Timnas Indonesia: Ole Terlalu Sendirian di Depan

Valentino Jebret Bongkar Masalah Kekalahan Timnas Indonesia
Valentino Jebret Bongkar Masalah Kekalahan Timnas Indonesia

Kekalahan Timnas Indonesia dari Bulgaria pada Senin malam, 30 Maret 2026, memang jadi hasil yang mengecewakan. Namun jika ditarik lebih dalam, persoalan yang muncul bukan semata soal skor, melainkan bagaimana lini depan Garuda terlihat belum bekerja sebagai satu kesatuan.

Pengamat sepak bola Valentino Jebret menilai ada masalah mendasar yang membuat serangan Indonesia tak maksimal. Sorotannya tertuju pada peran Ole yang justru terlihat terlalu sendirian di lini depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam analisisnya, ia melihat ada ketidaksinkronan antar lini, terutama saat tim memasuki sepertiga akhir. Situasi itu membuat Ole harus menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai penghubung sekaligus penyelesai.

“Ketika dia jadi nomor 10, perlu ada yang klinikal buat nerima dan nyelesain. Tapi ketika dia jadi nomor 9, enggak ada juga yang ngasih suplai bola,” kata Valentino Jebret dalam akun YouTube pribadinya Valentino Jebreeet.

Waktu Ole turun, sambugn Valentino, lini depan kosong. Tapi saat dia sudah di depan, bola justru enggak sampai ke dia.

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny

Akibatnya, alur serangan kerap terputus. Indonesia mampu membangun serangan dari tengah, namun kehilangan efektivitas saat memasuki area pertahanan lawan.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh belum maksimalnya lini depan dalam memanfaatkan peluang. Ragnar dan Ramadhan Sananta beberapa kali mendapat kesempatan, namun gagal mengonversinya menjadi gol. Padahal secara permainan, Indonesia tidak sepenuhnya berada di bawah tekanan.

“Kalah kita juga harus lihat dari permainannya. Menurut gua permainan kita tidak mengkhawatirkan, kita bisa mengimbangi.”

Bahkan, Indonesia sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk dua kali membentur mistar. Namun, minimnya ketajaman membuat peluang tersebut tidak berbuah hasil.

Di sisi lain, pelatih John Herdman mulai menunjukkan kerangka permainan yang ingin dibangun. Pola dua gelandang bertahan dengan satu pemain di belakang penyerang mulai terlihat, meski implementasinya belum sepenuhnya berjalan efektif.

Masalahnya, skema tersebut belum diimbangi dengan pergerakan tanpa bola yang agresif. Saat Ole turun ke tengah, tidak ada pemain yang mengisi ruang di depan. Sebaliknya, saat ia berada di depan, suplai bola justru minim. Di titik itulah, serangan Indonesia menurut Valentino jebret terlihat tidak “nyambung”.

Jika aspek tersebut mampu diperbaiki, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan tampil jauh lebih efektif di pertandingan berikutnya.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit pertama dibunyikan, Indonesia tampil tanpa rasa takut. Mengandalkan lebar lapangan, Jay Idzes dan kawan-kawan mencoba membongkar pertahanan Bulgaria. Namun, Bulgaria yang bermain pragmatis dengan pertahanan low block sangat disiplin dalam memutus alur bola Indonesia sebelum masuk ke kotak penalti.

Timnas Indonesia vs Bulgaria

Timnas Indonesia vs Bulgaria

Petaka bagi Indonesia datang di menit ke-35. Wasit Nazmi Nasaruddin meninjau Video Assistant Referee (VAR) setelah terjadi kontak antara Kevin Diks dan Zdravko Dimitrov di area terlarang. Hasil tinjauan menyatakan Diks melakukan pelanggaran. Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola ke sisi kanan gawang yang gagal dihalau Emil Audero. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Upaya di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, John Herdman melakukan penyegaran dengan memasukkan Ivar Jenner, Elkan Baggott, hingga Eliano Reijnders. Indonesia terus mengurung pertahanan lawan. Peluang emas sempat lahir dari sundulan Elkan Baggott memanfaatkan lemparan ke dalam Kevin Diks, namun bola berhasil disapu pemain lawan di garis gawang.

Nasib sial kembali menghampiri Indonesia pada menit ke-72 saat tendangan cungkil Ole Romeny hanya menerpa mistar gawang. Begitu pula di pengujung laga, tembakan Rizky Ridho yang sempat ditepis kiper Dimitar Mitov kembali membentur mistar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Bulgaria tetap tidak berubah. Statistik menunjukkan Indonesia tampil dominan, namun kedisplinan lini belakang Bulgaria menjadi kunci kemenangan tim tamu.

Susunan Pemain

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia: Emil Audero; Kevin Diks, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Nathan Tjoe-A-On (Elkan Baggott 58'), Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen (Eliano Reijnders 58'); Ole Romeny, Ramadhan Sananta (Ivar Jenner 46'). Pelatih: John Herdman

Bulgaria: Dimitar Mitov; Teodor Ivanov, Andrian Kraev, Zdravko Dimitrov, Filip Krastev; Petko Hristov, Marin Petkov, Martin Minchev, Martin Georgiev; Dimitar Velkovski, Christian Stoyanov. Pelatih: Aleksandar Dimitrov