Sepakat dengan Bung Towel, Bung Gita Soroti Masalah Striker Timnas Indonesia Usai Lawan Saint Kitts & Nevis
Pengamat sepak bola nasional, Bung Gita Suwono, menyoroti masalah di lini depan Timnas Indonesia meski tim Merah Putih baru saja meraih kemenangan besar 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada laga FIFA Series 2026. Menurutnya, persoalan striker sebenarnya bukan baru terlihat di laga terakhir, melainkan sudah tampak sejak beberapa pertandingan sebelumnya.
Bung Gita mengaku sepakat dengan pandangan Bung Towel yang menyebut ada alarm di lini depan Timnas Indonesia. Ia menilai para penyerang masih kesulitan ketika harus melakukan sprint dan menjemput bola, terutama dalam skema permainan cepat.
“Alarm juga sebenarnya dari awal, bukan dari pertandingan kemarin saja. Dari pertandingan-pertandingan sebelumnya juga kelihatan berat kalau harus lari sprint, harus menjemput bola,” ujar Bung Gita dikutip tvOne.
Ia juga menyoroti salah satu gol Timnas Indonesia yang menurutnya bisa saja dianulir jika pertandingan menggunakan Video Assistant Referee (VAR), karena ada pemain yang berada di sekitar bola dalam proses terjadinya gol tersebut.
Menurut Bung Gita, dalam pertandingan kompetitif dengan VAR, situasi seperti itu bisa menjadi bahan pertimbangan wasit untuk menganulir gol. Karena itu, ia menilai penyelesaian akhir dan proses gol harus benar-benar bersih jika Timnas ingin bersaing di level yang lebih tinggi.
Selain itu, Bung Gita juga menyoroti penurunan performa striker naturalisasi, Ragnar, yang menurutnya belum kembali ke performa terbaik seperti saat tampil di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia, termasuk ketika menghadapi Vietnam dan Arab Saudi.
“Sejak sakit panjang, kemudian lama tidak bermain di timnas, main juga enggak maksimal. Sekarang enggak kelihatan lagi Ragnar yang dulu,” katanya.
Di sisi lain, Bung Gita juga menilai gaya permainan Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman bukan sepenuhnya mirip dengan era Shin Tae-yong. Ia melihat ada kombinasi antara permainan bertahan yang sudah terbentuk sebelumnya dengan gaya permainan yang lebih mengalir yang mulai dikembangkan oleh Herdman.
Menurutnya, perpaduan dua gaya tersebut masih dalam proses dan membutuhkan waktu agar permainan Timnas benar-benar matang, terutama jelang menghadapi Bulgaria pada laga terakhir FIFA Series.
Sebelumnya diberitakan, Jelang laga final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB nanti malam, Bung Towel menegaskan skuad Garuda tidak perlu bermain bertahan total.
“Enggak ada alasan untuk pragmatis. Enggak ada. Artinya begitu ya, dia menang besar tapi kan dari Solomon. Jadi yang penting analisis tim Indonesia, kepelatihan kita terhadap kualitas Bulgaria seperti apa,” buka Bung Towel dikutip tvOne.
Ia juga menyoroti fleksibilitas taktik pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Menurutnya, saat melawan Saint Kitts and Nevis, Indonesia sempat bermain dengan tiga bek yang diisi Elkan Baggott, Jay Idzes, dan Rizky Ridho, serta peran Kevin Diks yang cukup dinamis.
Bung Towel menilai, pendekatan taktik tersebut belum tentu kembali digunakan saat menghadapi Bulgaria. Ia ingin melihat apakah Herdman memiliki variasi lain untuk merespons karakter permainan lawan yang berbeda.
Di lini tengah, ia menyebut Calvin Verdonk kemungkinan tetap menjadi pilar utama. Namun, posisi pendampingnya masih terbuka, apakah akan diisi Jordi Amat atau Joey Pelupessy, tergantung kebutuhan tim.