Nova Arianto Puji Pemain Timnas U20 Indonesia, Isyarat Tambah Diaspora
Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto mengaku puas dengan perkembangan tim asuhannya selama latihan intensif di Surabaya, Jawa Timur.
Nova Arianto terfokus untuk menyelaraskan filosofi permainan tim dengan yang diterapkan pada Timnas senior.
Mantan pelatih Timnas U17 Indonesia itu mengaku senang melihat latihan tim besutannya yang terus berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berlatih.
"Yang pasti saya sangat senang ya dengan perkembangan pemain selama 2 minggu ini," ungkap Nova Arianto dalam pernyataannya pada Jumat (13/3/2026) malam WIB.
"Karena pemain sangat bekerja keras selama latihan dan bagaimana pemain berusaha untuk bisa memahami secara game plan ya," tambahnya.
Pantau Permainan Timnas U20 Indonesia
Selama menggelar pemusatan latihan, Timnas U20 Indonesia menggelar dua pertandingan melawan klub lokal dari Jawa Timur, yaitu Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya.
Meski begitu, ia enggan menyebut laga tersebut sebagai uji coba dan lebih kepada mengukur kemampuan bertanding para pemainnya.
"Sebenarnya bukan uji coba ya, tapi saya lebih memilih istilah latihan bersama," ujarnya.
"Karena kita belum masuk di fase uji coba."
Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto.
Lebih lanjut, Nova akan terus melakukan evaluasi selama pemusatan latihan berlangsung. Tak hanya itu, Nova juga akan menerapkan sistem promosi-degradasi dalam proses seleksi Timnas U20 Indonesia.
"Kalau secara pemain kita masih akan lakukan evaluasi lagi."
"Dan kita akan melakukan review kembali apa yang sudah dilakukan di TC kali ini," imbuhnya.
Siap Tambah Diaspora Baru
Sepanjang pemusatan latihan, Nova Arianto tak menutup kemungkinan untuk menambah pemain diaspora baru.
Namun, dia ingin memastikan waktu yang tepat sebelum mengumumkan nama-nama pemain diaspora yang akan ia coba.
"Karena sekali lagi kita juga masih menunggu waktu yang tepat untuk pemain-pemain diaspora yang bisa kita panggil," jelasnya.
"Karena kita tidak bisa memanggil semudah memanggil mungkin pemain-pemain yang ada di dalam negeri ya," tambahnya.
"Tetapi memang kita harus mencari waktu yang tepat untuk kita melihat opsi-opsi pemain diaspora," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang