Tak Terbebani Nama Maman Abdurrahman, Bek Muda Persija Siap Unjuk Gigi di Timnas U20 Indonesia
Bek muda berbakat dari klub Persija Jakarta, Rafa Abdurrahman, akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk membuktikan kualitasnya di level internasional.
Pemanggilan ini menjadi momen bersejarah bagi Rafa lantaran ini adalah kali pertama dirinya dipercaya mengenakan seragam Timnas U20 Indonesia, mengikuti jejak sang ayah yang merupakan bek legendaris tanah air, Maman Abdurrahman.
Langkah Rafa menembus skuad Garuda Muda tidak lepas dari pantauan pelatih Nova Arianto yang tengah meracik tim untuk masa depan.
Kehadiran Rafa di pemusatan latihan ini menarik perhatian banyak pihak, bukan hanya karena kemampuan teknisnya di lapangan, tetapi juga karena statusnya sebagai putra dari Maman Abdurrahman yang dahulu dikenal sebagai tandem tangguh sang pelatih saat masih aktif bermain.
Menjadi putra dari seorang bek legendaris tentu membawa ekspektasi tinggi dari publik.
Namun, pemain didikan Persija Jakarta ini menegaskan bahwa dirinya ingin dikenal karena kualitas permainannya sendiri, bukan sekadar embel-embel nama besar orang tuanya.
Rafa mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih dalam pemusatan latihan di Surabaya kali ini.
"Ya alhamdulillah bisa dipercaya sama coach Nova," ujar Rafa Abdurrahman di Stadion Gelora 10 November, Surabaya pada Jumat (13/3/2026) dikutip BolaSport.
"Ya Rafa sendiri cuma ngasih terbaik di liga. Terus kalau misal bisa dipanggil tim nasional itu bonus. Dan kalau udah dipanggil tim nasional, Rafa pasti beri aksi yang terbaik," tambahnya.
Mengenai tekanan yang mungkin muncul, ia menjawab dengan tenang.
"Oh, kalau Rafa sih enggak (terbebani) sih. Yang penting memberikan (penampilan) terbaik saja di lapangan."
Nostalgia dan Candaan di Lapangan Latihan
Menariknya, suasana latihan di Timnas U20 Indonesia terkadang diwarnai momen unik antara pemain dan pelatih.
Pemain senior Persija Jakarta Maman Abdurrahman memeluk anaknya Rafa Abdurrahman usai menjalani laga bersama pada pekan ke-34 Liga 1 2023-2024 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (30/4/2024) sore.
Nova Arianto, yang pernah berduet dengan ayah Rafa di lini belakang Persib Bandung pada medio 2008-2011, sering melontarkan candaan kepada pemain mudanya tersebut.
"Oh, kalau itu paling ya bercanda-bercanda di latihan aja," kata bek muda tersebut.
"Coach Nova kadang ya kayak celetukan (ke saya) 'Maman, Maman (nama ayah Rafa)' gitu," ungkapnya sembari mengenang cerita sang ayah yang sering berbagi pengalaman saat berduet dengan Nova.
"Kalau Papa ya dulu sering cerita dulu di Persib suka bareng sama Coach Nova, duet jadi ya. Paling hanya celetukan-celetukan bercanda gitu aja sih."
Adopsi Filosofi Tim Nasional Senior
Selama menjalani pemusatan latihan selama dua pekan, Rafa membeberkan bahwa tim difokuskan untuk memahami filosofi yang selaras dengan tim nasional senior.
Hal ini merupakan bagian dari program pengembangan berkelanjutan yang dipantau ketat oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, guna memastikan adanya keseragaman gaya main dari level junior hingga senior.
"Ya, dari awal TC kita di awal 2 minggu ini kita diperkenalkan sama filosofi tim senior, tim senior mau apa namanya filosofi tim nasional dari senior ke U20 itu sama," jelas Rafa.
Pelatih memberikan materi komprehensif mulai dari cara bertahan, menyerang, hingga penguatan fisik di gym.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang