Sumardji Ungkap Pertimbangan Timnas Indonesia Pilih Maarten Paes hingga Emil Audero Ketimbang Teja
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan penjelasan terkait keputusan pelatih John Herdman yang tidak menyertakan nama Teja Paku Alam dalam skuad terbaru.
Meskipun sang kiper tampil gemilang di level klub, tim pelatih memiliki pertimbangan khusus dalam menentukan komposisi penjaga gawang untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Menurut Sumardji, pemilihan pemain sepenuhnya merupakan wewenang dari John Herdman selaku juru taktik.
Saat ini, pelatih asal Inggris tersebut telah memanggil lima nama penjaga gawang, termasuk dua pemain keturunan yakni Maarten Paes dan Emil Audero (Emil Audero Mulyadi), serta nama-nama reguler seperti Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Cahya Supriadi.
Absennya nama Teja Paku Alam memang memicu pertanyaan di kalangan publik. Pasalnya, penjaga gawang asal Padang tersebut sedang dalam performa puncak bersama Persib Bandung.
Hingga Maret 2026, ia tercatat sebagai kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak, yakni 15 kali dari 22 pertandingan.
Meskipun kokoh dalam menjaga kesucian gawang, statistik menunjukkan Teja masih kalah dalam jumlah penyelamatan dibandingkan Nadeo dan Ernando.
Hal ini ditengarai menjadi salah satu indikator teknis yang didiskusikan oleh pelatih kiper sebelum menentukan pilihan akhir untuk ajang FIFA Series 2026.
"Soal pemanggilan pemain itu tergantung kebutuhan pelatih," kata Sumardji kepada awak media.
Pertimbangan Teknis Tim Pelatih
Sumardji menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses diskusi panjang dengan tim pelatih kiper.
Kehadiran sosok baru seperti Maarten Paes dan Emil Audero memberikan dimensi baru dalam persaingan di sektor pertahanan terakhir skuat Garuda.
"Di Timnas kita ini ada pelatih kiper juga. Sehingga, berkaitan soal pemanggilan itu mempertimbangkan, satu Maarten Paes dipanggil."
Sumardji kala menjalani sesi konferensi pers di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Sumardji mengumumkan PSSI sepakat memutus kerja sama dengan Indra Sjafri usai kegagalan di SEA Games 2025.
"Lantas, Emil (Audero Mulyadi) juga dipanggil. Terus ada Nadeo (Argawinata) yang sudah biasa dipanggil juga."
"Sehingga, dengan kondisi yang ada seperti itu, mungkin, juga ada pertimbangan-pertimbangan tertentu," tutur pria yang juga aktif memantau perkembangan olahraga nasional ini.
Peluang di Agenda Mendatang
Meski melewatkan FIFA Series 2026 yang akan mempertemukan Indonesia dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis, peluang Teja belum sepenuhnya tertutup.
Masih ada agenda besar lain seperti Piala AFF 2026 yang bisa menjadi panggung baginya.
Di sisi lain, antusiasme pencinta sepak bola nasional saat ini juga terbagi dengan kabar dari luar negeri, seperti persaingan di Liga Inggris yang mempertemukan Man United kontra Aston Villa.
Namun, fokus utama publik tanah air tetap tertuju pada persiapan skuat asuhan John Herdman di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Sehingga, mungkin, saat sekarang ini belum memanggil Teja (Paku Alam)."
"Mungkin, untuk berikut-berikutnya, saya tidak tahu," pungkas Sumardji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang