Tanggapan Kolektor Terkait Jersey Baru Kelme dan Timnas Indonesia

Kelme, Timnas Indonesia, jersey baru Timnas Indonesia, PSSI, Tanggapan Kolektor Terkait Jersey Baru Kelme dan Timnas Indonesia

Peluncuran jersey baru Kelme dan Timnas Indonesia terus jadi sorotan bagi pencinta sepak bola Tanah Air.

Kelme secara resmi memperkenalkan jersey baru Timnas Indonesia dalam sebuah acara launching di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (12/3/2026).

Ini adalah kali pertama publik Tanah Air melihat jersey baru Timnas Indonesia sejak Kelme diperkenalkan sebagai mitra strategis PSSI pada akhir Januari 2026.

Acara perkenalan jersey melibatkan para pemain timnas putra dan putri Indonesia serta timnas futsal Indonesia dari Hokky Charaka hingga Viny Silfianus.

Seperti biasa, jersey baru Timnas Indonesia selalu menghadirkan diskursus menarik di publik.

Pembicaraan di media sosial ramai dengan pembahasan soal baju zirah para pemain yang akan membela Garuda nanti.

Menurut Budi Frasetio, founder dari komunitas Kolektor Jersey Timnas Indonesia (KJTI), perbincangan tersebut wajar apalagi karena desain yang dipilih memang sedikit beda dari biasanya.

"Kesan pertama lihat jersey Timnas terbaru itu agak sedikit kaget," ujar Budi kepada Kompas.com pada Jumat (13/3/2026) pagi WIB.

"Kaget karena desainnya bisa dibilang tidak biasa dibanding yang sebelum-sebelumnya."

"Ini mungkin desainnya agak sedikit unik, baik jersey kandang ataupun tandang, bisa dibilang agak sedikit unik dan agak sedikit mungkin memang ada unsur nostalgianya."

Kelme, Timnas Indonesia, jersey baru Timnas Indonesia, PSSI, Tanggapan Kolektor Terkait Jersey Baru Kelme dan Timnas Indonesia

Budi Frastio, founder KJTI (Kolektor Jersey Timnas Indonesia) turut mengomentari jersey baru Timnas Indonesia keluaran Kelme yang diluncurkan pada Kamis (12/3/2026).

Pemilihan Desain Berbeda dengan Jersey Terakhir

Bagi Budi, pemilihan desain sedikit mengejutkan apabila jika dibanding dengan jersey terakhir yang Timnas pakai.

"Jadi, ada sedikit perubahan yang jersey sebelumnya itu lebih ke vintage atau retro. Ini dia lebih ke modern, simpel, minimalis."

Ia pun membicarakan soal bagaimana publik membanding-bandingkan dengan jersey lain seperti Bayern Muenchen atau Chelsea.

"Kalau setelah lihat beberapa ulasan atau baca-baca itu jerseynya memang terinspirasi dari jersey SEA Games 1999 ataupun jersey Mikasa di SEA Games 1997 dengan garis-garis ke sampingnya itu cuma dibikin lebih modern ya, mungkin kesannya akan dibikin lebih modern."

"Jadi karena mungkin penggambaran garis yang frontal seperti SEA Games 1999 itu bisa dibilang tidak mungkin dilakukan, jadi akhirnya memakai treatment garis-garisnya diperkecil atau dipertipis, cuman kesan ke arah sana."

Menurutnya, hal tersebut masih bisa diterima kalau memang inspirasinya berasal dari sana.

Kelme, Timnas Indonesia, jersey baru Timnas Indonesia, PSSI, Tanggapan Kolektor Terkait Jersey Baru Kelme dan Timnas Indonesia

Jersey kiper terbaru Timnas Indonesia produksi aparel Kelme

Respons Mengenai Mirip Desain Jersey Badminton

Budi pun menyikapi beberapa anggapan bahwa jersey ini mirip dengan desain dari olahraga lain, seperti dari cabang badminton. Baginya, perbedaan pendapat itu normal karena tak semua bisa sepakat mengenai desain jersey yang bagus.

"Jersey home-nya itu memang bisa dibilang identik sama desain-desain jersey olahraga sebelah ya, kayak olahraga bulu tangkis atau voli gitu," tuturnya.

"Jadi, ketika ditampilkan di sepak bola, mungkin kesan pertamanya teman-teman merasa kayak, kok tim bola kayak gini jerseynya gitu, tapi ya normal sih."

"Tidak semua orang bisa menyepakati desain jersey itu bagus atau tidak."

"Jadi memang ada yang suka, ada yang tidak suka. Jadi tidak masalah sih di posisi itu. Cuma nanti kalau kita punya prestasi bagus, orang juga akan beli dan akan suka."

Kelme, Timnas Indonesia, jersey baru Timnas Indonesia, PSSI, Tanggapan Kolektor Terkait Jersey Baru Kelme dan Timnas Indonesia

Jersey kandang terbaru Timnas Indonesia produksi aparel Kelme

Ia juga mengatakan kalau kemiripan dengan desain tim lain seperti Chelsea pada 2018-2019 atau Bayern Muenchen sebenarnya merupakan hal lumrah.

"Desain itu kan istilahnya nothing new under the sun. Jadi kayak itu bisa berulang dan memang akan terus berulang tren itu," lanjut Budi.

"Jadi misal, 'oh, mirip ini, mirip itu', ya, nggak masalah sih sebenarnya."

"Memang Jadi kesannya dibanding-bandingkan gitu. Apalagi di sini pemilihan kerah atau rib-nya itu memang agak sedikit, istilahnya simpel ya, mungkin terlalu simpel dibuatnya dibanding dengan jersey sebelumnya."

"Jadi memang karena perbandingan jersey sebelumnya itu kesan retro atau kesan vintage-nya tinggi, terus dijatuhkan jersey sekarang lebih simpel itu jadi orang-orang agak sedikit merasa istilahnya syok ya, itu aja sih paling."

"Kalau dari overall ya, masih, masih wajar sih, masih nggak terlalu yang ekstrem gitu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang