Shayne Pattynama Bicara Tentang Meninggalkan Jejak di Timnas Indonesia

Kelme, Timnas Indonesia, Shayne Pattynama Bicara Tentang Meninggalkan Jejak di Timnas Indonesia

Bek sayap Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, resmi ditunjuk menjadi brand ambassador (BA) Kelme saat peluncuran jersey baru Timnas Indonesia 2026 yang dilakukan pada Kamis (12/3/2026). 

Bek sayap yang kini memperkuat Persija Jakarta tersebut menjadi muka Kelme dan era baru Timnas Indonesia yang akan memulai siklus baru bersama John Herdman.

Kelme dan PSSI menandatangani ikatan strategis hingga 2030.

PSSI menyatakan bahwa pemilihan aparel resmi timnas mempertimbangkan visi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri olahraga nasional.

Shayne pun menjelaskan apa yang akan menjadi kesuksesan bagi dirinya pribadi selama empat tahun ke depan tersebut.

"Empat tahun ke depan tentu saja akan jadi masa-masa luar biasa dengan apparel hebat ini," tuturnya dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Kompas.com sebelum sesi konferensi pers peluncuran jersey anyar Kelme tersebut.

"Di dalam lapangan pun akan hebat. Pertama adalah Piala AFF dan kami semua punya tantangan untuk mengangkat trofi."

"Kemudian, ada Piala Asia dan juga target untuk mencapai perempat final."

"Kemudian ada siklus baru Kualifikasi Piala Dunia 2030 berikutnya. Ini adalah ambisi besar kami dan saya yakin itu suatu hal yang kami mampu lakukan."

"Bagi saya untuk menjadi bagian Kelme dalam perjalanan itu akan sangat luar biasa."

Warisan bagi Timnas Indonesia

Peluncuran jersey Timnas Indonesia ini pun memakai tema motto "Leave Your Mark" dari Kelme.

Terjemahan dari itu bisa diartikan sebagai "tinggalkan jejak Anda".

Kelme, Timnas Indonesia, Shayne Pattynama Bicara Tentang Meninggalkan Jejak di Timnas Indonesia

Bek sayap Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, saat berbicara kepada Kompas.com dalam sesi wawancara sebelum Kelme secara resmi memperkenalkan jersey baru Timnas Indonesia di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (12/3/2026).

Shayne pun berbicara tentang meninggalkan jejak di Timnas Indonesia dan warisan seperti apa yang ia ingin diingat ketika sudah saatnya menggantung sepatu dari skuad Garuda suatu hari nanti.

"Jejak yang ingin saya tinggalkan adalah, saya selalu menjadi orang yang bangga menjadi orang dan memiliki warisan Indonesia," tutur pemain berusia 27 tahun ini menambahkan.

"Saya ingin meninggalkan jejak bahwa saya selalu memberikan yang terbaik di lapangan."

"Bahwa saya akan selalu melakukan apa pun yang diperlukan untuk  memenangkan laga."

"Baik di lapangan maupun di luar lapangan. Tetapi saya juga ingin tidak hanya meninggalkan jejak di lapangan tetapi juga di luar lapangan."

"Untuk menjadi panutan yang memberikan dampak, eh, bagi orang-orang yang mungkin kurang beruntung.

Ia pun mengutarakan bahwa dirinya ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa bermimpi itu mungkin, bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan.

"Bahwa semuanya mungkin dengan bekerja keras. Jadi, ya, tujuan utama adalah meninggalkan jejak di lapangan, tetapi saya juga benar-benar seseorang yang ingin meninggalkan jejak di luar lapangan," lanjutnya.

"Itu selaras sempurna dengan Kelme menurut saya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang