Motif Batik Parang di Jersey Timnas Indonesia, Ini Kata CEO Kelme
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, mengungkapkan alasan di balik pemilihan batik parang sebagai inspirasi motif desain jersey tandang Timnas Indonesia.
Dia mengatakan Kelme ingin menonjolkan sisi tradisional dengan menggunakan batik namun dengan gaya modern.
Kelme secara resmi merilis jersey Timnas Indonesia dalam acara launching yang bertajuk "Leave Your Mark" di Plaza Utara Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (12/3/2026).
Penjualan juga telah dilakukan setelah peluncuran, baik secara online maupun offline.
Terdapat dua varian jersey yang diluncurkan secara bersamaan oleh Kelme, yakni player issue dan replica issue kandang-tandang dengan versi lengan pendek maupun lengan panjang.
Desain kostum kandang masih menonjolkan dominasi warna merah dengan ornamen garis putih.
Jersey kandang terbaru Timnas Indonesia produksi aparel Kelme
Sementara, jersey tandang menjadi yang cukup menarik lantaran terlihat polos namun memiliki motif batik Parang ketika dilihat dari dekat.
Filosofi Batik Parang
Batik Parang sendiri berasal dari Jawa yang melambangkan kekuatan, kewibawaan, dan semangat pantang menyerah.
Berlatar belakang filosofi tersebut, Kelme memiliki harapan bahwa Timnas Indonesia juga akan membawa semangat tersebut ketika bertarung di lapangan.
"Jadi, batik yang menjadi inspirasi jersey tandang kita itu diambil inspirasinya dari motif batik Parang," kata Kevin.
"Tapi, kita kembangkan lagi inspirasinya dari batik Parang. Itu yang menjadi inspirasi kita dan untuk bisa menghadirkan nuansa tradisional tapi juga modern. Itu yang menjadi inspirasinya untuk yang tandang. Seperti itu," tutur dia.
Di sisi lain, Kevin menuturkan bahwa desain jersey kandang berwarna merah terinspirasi dari jersey skuad Garuda pada tahun 1999 yang menampilkan identitas garis merah putih ikonik dan diperkaya dengan elemen klasik dari era sebelumnya.
Jersey kiper terbaru Timnas Indonesia produksi aparel Kelme
"Untuk yang kandang itu kami mau menampilkan warna merah putih, corak-corak merah putihnya itu, nah itu menggambarkan bagaimana kami terinspirasi dengan jersey tahun 1999," ujar Kevin.
"Di mana jersey tahun 1999 yang dipakai oleh timnas itu menjadi pionir ketika kita masuk ke kancah internasional. Itu adalah inspirasinya untuk yang kandang, kenapa ada corak merah putih, merah putihnya," jelas dia.
Kelme melepas jersey ini ke pasaran dengan harga Rp1.449.000 (lengan pendek) yang disertai boks eksklusif untuk player issue.
Sedangkan, versi replica issue dilabeli dengan harga Rp749.000.
Seluruh jersey baru ini telah tersedia secara offline di Garuda Store Indonesia (GSI). Untuk pembelian secara online bisa didapatkan di www.kelme.id dan toko online resmi yang bekerja sama dengan Kelme.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang