Sudah Diberi Modal Dagang Rp5 Juta, Pengakuan Sudrajat Bikin Dedi Mulyadi Kecewa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan perhatian kepada Sudrajat, pedagang es kue jadul yang belakangan ini viral di media sosial. Ia bahkan menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membayar biaya kontrakan selama satu tahun sebesar Rp9,6 juta serta melunasi utang warung dan utang sekolah anaknya senilai Rp400 ribu.
Sementara itu, sisa dana sebesar Rp5 juta digunakan sebagai modal usaha. Setelah menyerahkan bantuan tersebut, Dedi menanyakan kesiapan Sudrajat untuk kembali berjualan. Pasalnya, sejak munculnya tudingan bahwa dagangannya berbahan spons, Sudrajat memilih berhenti berdagang lantaran trauama.
“Babeh kapan akan mulai dagang?,” tanya Dedi Mulyadi dikutip dari tayangan YouTubenya, Sabtu 31 Januari 2026.
“Besok pak,” kata Sudrajat.
“Pikulannya udah ada?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.
“Udah ada di rumah, bagus di rumah,” sahut Sudrajat.
Mendengar percakapan di antara keduanya, kepala RW yang turut hadir dalam pertemuan tersebut sempat menanyakan maksud pikulan yang disebutkan KDM.
“Pikulan apa pak?,” tanya kepala RW.
“Katanya mau jualan,” sahut KDM.
Kepala RW menyebut bahwa Sudrjat masih tetap ingin berjualan es kue jadul. Mendengar itu, KDM terdengar kesal sebab jika mau berjualan es di musim seperti ini tentu tidak akan laku.
“Dia maunya es itu lagi,” kata kepala RW.
“Hujan gini jualan es nggak laku lah,” sahut KDM.
“Lah gimana pak saudara pak, saya nggak enak sama saudara kalau ditinggal,” kata Sudrajat.
KDM kemudian menyinggung tentang keinginan Sudrajat untuk berjualan gorengan seperti yang disampaikannya sebelumnya. Namun diakui Sudrajat jika berjualan gorengan dia merasa tidak enak dengan pedagang es lainnya.
“Katanya mau jual gorengan,” kata KDM.
“Tapi nggak enak sama saudara, ini Bagai saudara jualan es kue,” sahut Sudrajat.“Tetep mau jualan es kue oke terserah, tapi hujan gini tiap hari mau jualan es kue gimana lakunya?,” tanya KDM lagi dengan nada gemas.
Saat dicecar pertanyaan seputar dagangan es oleh KDM, Sudrajat justru memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia mengaku tidak memiliki modal jika harus beralih berjualan gorengan.
“Ini dagang gorengan modalnya,” kata Sudrajat.
Mendengar pernyataan itu, KDM terdengar kesal. Sebab sebelumnya dia sudah memberikan modal senilai Rp 5 juta yang bisa digunakan untuk modal berjualan gorengan.
“Kan duitnya udah cukup buat gorengan,” kata KDM.
“Kompornya apanya,” sahut Sudrajat.
“Cukup Rp 5 juta, cukup Rp 5 juta,” kata KDM.
“Maaf ya pak maaf,” kata Sudrajat meminta maaf.“Bukan urusan maaf kan cukup,” kata KDM.
Melihat sikap Sudrajat tersebut, KDM langsung memberikan wejangan agar ia lebih bijak dalam berucap. Ia juga memberikan kebebasan kepada Sudrajat untuk memilih jenis usaha yang ingin dijalani. Namun demikian, KDM menasihati agar Sudrajat memilih usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Ya bebas aja kita jualan apa. Oke terserah babeh mau jualan gorengan, mau jualan es kue babeh yang jual yang penting laku dan orang beli bukan karena kasian. Orang beli karena kebutuhan kalau orang beli karena kasihan sampai kapanpun tidak akan pernah maju. Orang yang beli karena kebutuhan pasti maju. Babeh hari ini lagi terkenal banyak yang kasian sebulan lagi hilang, orang nggak ada yang kasian karena ceritanya sudah selesai. Indonesia itu begitu,” kata KDM.