Bung Kus Sebut Herdman Tak Akan Berjudi di Laga Perdana bersama Timnas Indonesia

Pemanggilan 41 pemain untuk Timnas Indonesia menjelang FIFA Series 2026 dinilai tidak menghadirkan banyak kejutan.
Mayoritas nama yang masuk dalam daftar skuad sementara Timnas Indonesia itu masih berasal dari pemain yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari tim.
Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai situasi itu wajar mengingat ajang tersebut akan menjadi laga perdana bagi pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman.
“Gini ya sejak awal kan saya bilang saya enggak akan terkejut kalau misalkan pemain yang dipanggil itu mayoritas pemain-pemain lama yang sudah bermain di timnas senior maupun U23,” ujarnya kepada KOMPAS.com.
Menurutnya, seorang pelatih baru biasanya tidak akan mengambil risiko besar dalam laga debutnya.
Stabilitas tim menjadi prioritas utama sebelum mencoba banyak perubahan. Termasuk pilihan pemain untuk line up-nya ketika tim bertanding agak mirip dengan yang sudah pernah main di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sang pelatih asal Inggris untuk memberikan kesan positif di awal masa kepelatihannya.
“Pelatih enggak akan ambil risiko, enggak akan berjudi gitu loh. Pelatih akan berusaha memberi impresi positif dulu, meyakinkan publik bahwa dia orang yang tepat untuk menangani timnas dan membawa tim kembali ke jalur yang benar,” tutur pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu.
Ia menilai penampilan timnas sebelumnya sempat menimbulkan kekecewaan karena tidak lolos ke putaran selanjutnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sehingga, John Herdman harus mampu memulihkan kepercayaan publik.
Karena itu, ia melihat fokus utama pelatih saat ini adalah mengembalikan arah permainan tim nasional agar kembali kompetitif.
“Jadi John Herdman akan berusaha memberikan impresi yang positif untuk timnas kembali ke jalur yang tepat menjadi tim yang mampu bersaing menuju ke Piala Dunia. Itu yang akan menjadi targetnya,” imbuhnya
Pemanggilan Pemain Dinilai Masuk Akal
Keputusan Herdman mempertahankan sejumlah pemain lama bukan tanpa alasan. Menurut Bung Kus, seorang pelatih tidak bisa menilai kualitas pemain hanya dari satu atau dua pertandingan.
“John Herdman memang sudah melakukan tur ke beberapa pertandingan Super League 2025-2026, tapi kan tim yang dilihat itu banyak. Dia enggak ngikutin satu tim empat kali atau lima kali kali bertanding,” kata Mohamad Kusnaeni.
“Nonton Persib paling sekali, nonton Persija sekali, dua kali lah paling banyak, nonton Dewa, nonton PSM. Nah, seorang pelatih tidak akan terkesan hanya dengan satu pertandingan.”
“Tidak akan terkesan hanya karena dua pertandingan. Karena yang namanya level permainan seorang pemain itu enggak bisa dilihat hanya dari satu dua pertandingan,” sambungnya.
Ia pun mencontohkan keputusan memanggil kembali Stefano Lilipaly yang tidak sejatinya sedang tidak terlalu bersinar bersama klubnya. Terkait pemanggilan Ezra Walian, Kusnaeni menilai ada dasar yang jelas.
Gelandang Persik Kediri Ezra Walian kembali mendapatkan panggilan Timnas Indonesia 9 Maret 2026 untuk ajang FIFA Series 2026, setelah penantian hampir lima tahun.
"Dia secara langsung pernah melihat dan sudah melihat statistik. Ezra ini masuk dalam statistik salah satu pemain dengan assist terbanyak dan pernah ada di timnas juga,” ujar pengamat dan juga komentator di Super league 2025-2026 itu.
“Karena itu dia tidak sungkan untuk memanggil karena bukan orang baru di timnas,” sambungnya lagi.
Regenerasi Tetap Disiapkan
Sementara itu di sisi lain, Mohamad Kusnaeni melihat pemanggilan sejumlah pemain muda juga menjadi bagian dari proses regenerasi di timnas.
Pemanggilan penjaga gawang Cahya Supriadi merupakan bagian dari upaya tersebut
Ia mengatakan bahwa publik tidak perlu heran ketika pemain muda yang belum banyak mendapat menit bermain di klub tetap dipanggil ke timnas.
“Lalu ada termasuk Mauro Zijlstra yang di Persija juga menit bermainnya baru berapa sih, Kalau secara logika kan kita mikirnya main di Persija juga baru berapa menit, masa timnas senior dipanggil."
"Enggak gitu cara berpikirnya,” ujar pengamat yang juga salah satu anggota Dewan Pengawas LPP Radio Republik Indonesia periode 2021-2026 itu.
Menurutnya, Timnas Indonesia harus memiliki kesinambungan antara senior dan kelompok usia di bawahnya.
“Jadi dia manggil beberapa pemain U23 itu tujuannya di samping untuk melihat kemampuan sekaligus menyiapkan proses regenerasi,” kata Mohamad Kusnaeni.
“Jadi apa yang dilakukan pelatih ini sudah sesuai dengan teori lah dan sudah sudah memenuhi unsur-unsur proses pembentukan tim yang baik gitu loh,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang