Maarten Paes Ungkap Pesan Terakhir Sang Nenek di Balik Pilihannya Bela Timnas Indonesia

Indonesia, Maarten Paes, Maarten Paes Ungkap Pesan Terakhir Sang Nenek di Balik Pilihannya Bela Timnas Indonesia

Penjaga gawang utama Ajax Amsterdam, Maarten Paes, akhirnya mengungkapkan alasan emosional di balik keputusannya memperkuat Timnas Indonesia.

Ternyata, dorongan terkuat untuk memilih Timas Indonesia bukan sekadar alasan teknis, melainkan sebuah penghormatan mendalam bagi mendiang neneknya yang memiliki akar sejarah kuat di tanah air.

Keputusan Maarten Paes untuk berpaling dari tim nasional Belanda dan memilih Indonesia menjadi babak baru yang sangat istimewa dalam perjalanan kariernya.

Melalui saluran resmi klub, ia menceritakan bagaimana sang nenek memperkenalkan budaya Nusantara sejak dirinya masih kecil hingga akhirnya ia mantap melakukan proses naturalisasi.

Hubungan emosional Paes dengan Indonesia berakar dari sejarah kelam masa perang yang dialami neneknya.

Sang nenek lahir di Indonesia dan harus melewati masa sulit selama Perang Dunia Kedua sebelum akhirnya bermigrasi ke Eropa.

"Nenek saya lahir di sana," ungkap Paes menjelaskan hubungannya dengan Indonesia dikutip dari Voetbal Primeur,, Sabtu (7/3/2026).

"Dia mengalami Perang Dunia Kedua di sana. Dia kehilangan ibunya di usia yang sangat muda. Saat itu, laki-laki dan perempuan dipisahkan, jadi dia tinggal di sana tanpa orang tuanya untuk waktu yang cukup lama."

Pemain berusia 27 tahun ini menuturkan bahwa ketika kesehatan sang nenek mulai menurun, ia merasa itu adalah momen yang tepat untuk memenuhi panggilan dari federasi.

"Setelah perang, saya rasa setelah lima tahun, mereka datang ke Belanda dengan kapal," lanjutnya.

"Dia sebenarnya memperkenalkan budaya itu kepada saya sejak usia muda. Ketika dia hampir meninggal di tahun-tahun terakhirnya, saya pikir itu adalah saat yang tepat ketika mereka menghubungi saya lagi."

"Saat itulah saya akhirnya memutuskan untuk melakukannya," jelas Maarten Paes.

Belajar Pancasila di Masa Senja

Indonesia, Maarten Paes, Maarten Paes Ungkap Pesan Terakhir Sang Nenek di Balik Pilihannya Bela Timnas Indonesia

Kiper Indonesia Maarten Paes dan Nadeo Argawinata menjalanii sesi latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (22/3/2025). Indonesia akan menghadapi Bahrain dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada Selasa (25/3/2025).

Sebelum melakukan debutnya, Paes sempat menghabiskan waktu berkualitas bersama sang nenek untuk mendalami identitas barunya sebagai warga negara Indonesia.

Keduanya belajar mengenai simbol dan dasar negara demi persiapan membela Garuda.

"Ini suatu kehormatan besar baginya. Kami belajar lagu kebangsaan bersama, kami belajar Pancasila bersama, yaitu lima aturan utama Indonesia," 

"Dia meninggal tepat sebelum bisa melihat debut saya, yang sangat disayangkan. Setiap kali lagu kebangsaan diputar, saya selalu teringat padanya," pungkas Paes.

Meski sempat membawa harapan tinggi di kualifikasi Piala Dunia, langkah Indonesia harus terhenti setelah kekalahan dari Irak.

Situasi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan tim yang saat itu juga sempat melibatkan figur legendaris seperti Patrick Kluivert.

Gairah Sepak Bola Jakarta yang Mendunia

Meskipun saat ini ia berkarier di kancah elite Eropa bersama Ajax, Maarten Paes menegaskan bahwa gairah sepak bola di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ia bahkan membandingkan atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan kemeriahan di liga-liga besar dunia.

Penjaga gawang kelahiran Nijmegen pada 14 Mei 1998 itu menyandingkan fanatisme suporter Indonesia dengan kegilaan suporter di Argentina.

"Juga banyak jam penerbangan dari Amerika. Jakarta selalu menyenangkan. (Namun) budaya sepak bola mereka sangat diremehkan. Saya me

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang