Catatan Merah Kurniawan Dwi Yulianto Untuk Timnas U17 Indonesia
Pelatih Timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto memberikan komentar soal evaluasinya saat melawan China di laga uji coba bulan lalu.
Kurniawan Dwi Yulianto memiliki sejumlah catatan meski kala itu ia masih didampingi oleh Nova Arianto sebagai pelatih kepala sementara.
Timnas U17 Indonesia menelan dua kekalahan saat melawan China di Indomilk Arena, Tangerang, pada 8 dan 11 Februari 2026 lalu.
Kala itu, skuad Garuda Asia yang didominasi pemain dari Garuda United, dibenamkan China dengan skor 0-7 dan 2-3.
Kini Garuda Asia sudah ditunggu turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Championship U17 2026 (Piala AFF) yang akan berlangsung pada 11-23 April 2026.
Indonesia yang berstatus tuan rumah akan berada diGrup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.
Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan jika turnamen ini akan digunakan sebagai persiapan jelang tampil di Piala Asia U17 2026.
Skuad Garuda Asia tentu ditargetkan bisa mengulangi pencapaian pada edisi sebelumnya saat berhasil lolos ke perempat final sekaligus mengunci tiket Piala Dunia U17 2025.
"Jadi, yang pasti kita mempersiapkan tim untuk siap bertanding dan mohon doanya dari semua untuk Piala AFF. Karena ini menjadi persiapan awal sebelum menuju ke Piala Asia," kata Kurniawan Dwi Yulianto usai acara drawing Piala AFF U16 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Perkuat Filosofi Bermain
Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan jika skuad Garuda Asia sebenarnya sudah terbentuk sejak memperkuat Garuda United di ajang Elite Pro Academy (EPA).
Menurutnya, Nova Arianto memiliki peran yang cukup besar dalam terbentuknya kerangka tim saat ini.
"Tim ini sebenarnya kerangkanya sudah dibentuk mulai dari tahun lalu di Garuda United. Jadi, terima kasih sekali karena coach Nova (Arianto) dan tim yang sudah ada itu membentuk kerangka tim ini," ujar Si Kurus.
Meski ada tangan Nova Arianto, Kurniawan mengatakan jika ia tetap memberikan filosofi bermain meski tak mengubah secara keseluruhan.
Pemain timnas U17 Indonesia pada uji coba internasional pertama melawan China yang berakhir dengan skor 0-7 di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam.
"Saya hanya menambahkan apa yang menjadi filosofi dari saya, tapi tidak mengubah 100 persen. Karena di usia-usia seperti ini, dalam jangka waktu yang relatif singkat yaitu dua bulan, tidak mudah untuk mengubah apa yang sudah ada," sambungnya.
Kurniawan memastikan akan mengevaluasi kekurangan yang terjadi termasuk dari laga melawan China di uji coba lalu,
kira yang menurut saya kurang, saya akan tambahi di situ. (Apa yang kurang?) Bukan di posisi. Kita tidak bisa melihat pertandingan kemarin melawan China, tidak bisa menghakimi, 'Oh, ini kurang ini, ini kurang ini', tidak," tambahnya.
Catatan Merah Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan juga memberikan catatan penting kepada performa Timnas U17 Indonesia berdasarkan hasil dari uji coba melawan China.
Ia menyoroti perbedaan performa yang ditampilkan para pemainnya di latihan dan saat pertandingan.
"Karena memang hampir 90 persen dari pemain kita itu belum pernah melakukan laga persahabatan internasional. Karena ketika saya melihat mereka latihan, ketika pertandingan melawan China, itu beda sekali," tambahnya.
Kurniawan menyebut jika para pemain terlihat gugup dan takut salah saat bermain.
Meski begitu, evaluasi yang dilakukan berhasil mengubah permainan skuad Garuda Asia yang membuahkan hasil dengan mencetak dua gol di uji coba kedua.
"Mereka terlihat gugup, kemudian ketika pemain gugup itu energinya berkurang sekian persen. Kemudian takut salah segala macam."
"Terbukti di pertandingan kedua mereka bisa imbang. Artinya progres itu yang kita harus apresiasi. Jadi, selang berapa hari setelah kalah 0-7, kita bisa imbang, dan itu tidak mudah untuk anak usia segitu bisa bangkit dari keterpurukan," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang