DPR Soroti Pelatihan Komcad untuk ASN, Minta Pelayanan Publik Tak Terganggu
Rencana pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai perhatian publik.
Sejumlah pihak menyoroti potensi dampaknya terhadap pelayanan publik, sementara pemerintah memastikan skema yang disiapkan tidak akan mengganggu tugas utama ASN.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan bahwa ASN merupakan bagian dari perangkat negara.
Karena itu, jika ada ASN yang dilatih menjadi Komcad, penempatannya perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Tapi bisa pada bagian penunjang sehingga waktunya tidak terganggu pada tugas seharusnya," kata Dede kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Ia menegaskan, ASN yang mengikuti pelatihan sebaiknya bukan mereka yang berada di posisi pembuat kebijakan langsung atau yang berhadapan langsung dengan pelayanan publik.
"Jadi jangan sampai di kantor kepengurusan perizinan misalnya, masyarakat malah kesulitan mengurus izin karena petugasnya sedang berlatih," lanjutnya.
Dede mengaku belum mengetahui secara rinci terkait informasi bahwa sudah ada 4.000 ASN yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad.
"Saya belum tau 4000 yang ditugaskan yang mana karena belum ada pembahasan dengan Kemenpan RB soal ini," ujarnya.
"Kita percayakan kepada pemerintah yang mana yang paling pas utk mengikuti pelatihan," tutupnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Apakah Pelatihan Komcad Mengganggu Pelayanan Publik?
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menegaskan bahwa pelatihan Komcad tidak akan mengganggu kewajiban ASN dalam memberikan pelayanan publik.
"Jadi, memang ada kekhawatiran bagaimana pelayanan publik. Pelayanan publik kan harus tetap jalan," tutur Rini saat ditemui di Kantor KemenpanRB, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Menurut Rini, pelatihan Komcad merupakan bagian dari kewajiban bela negara bagi ASN. Namun, ia memastikan mekanisme pelaksanaannya tidak dilakukan secara mendadak.
"Ikut Komcad besok langsung berangkat, enggak gitu. Tapi, memang disiapkan, ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya," ucap dia.
Ia juga menekankan bahwa tidak semua ASN otomatis mengikuti pelatihan tersebut. Ada sejumlah persyaratan administratif dan ketentuan lain yang harus dipenuhi.
"Jadi, tidak semuanya, ada persyaratannya. Jadi, bagi para ASN yang memang memenuhi syarat untuk Komcad itu memang diminta untuk ikut pelatihan," imbuhnya.
Berapa Lama Pelatihan dan Bagaimana Skemanya?
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pelatihan Komcad bagi ASN direncanakan dimulai pada April 2026.
"Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya," ujar Rico di Menteng, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dengan demikian, total 4.000 ASN akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Setelah menyelesaikan pelatihan sekitar 30 hingga 45 hari, para ASN akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas.
Apakah Sifatnya Wajib atau Sukarela?
Rico menegaskan bahwa pelatihan Komcad bagi ASN bersifat sukarela. Proses pendaftaran saat ini telah memasuki tahap registrasi sesuai Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) Tahun 2019 Nomor 23.
"Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela, sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada," tegasnya.
Kementerian Pertahanan menentukan kuota ASN dari 49 kementerian yang akan mengikuti pelatihan Komcad. Besaran kuota disesuaikan dengan jumlah pegawai di masing-masing kementerian.
Sebagai ilustrasi:
- Kementerian dengan 1.000 pegawai dapat memperoleh kuota sekitar 50 orang.
- Kementerian dengan 500 pegawai mungkin hanya mendapat kuota sekitar 10 orang.
Selain kuota, seleksi juga dilakukan untuk memastikan peserta dalam kondisi sehat dan tidak memiliki keterbatasan fisik yang dapat menghambat pelatihan.
"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," ujar Rico.
Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Mulai April 2026, 4.000 ASN Bakal Dilatih Jadi Komcad Selama 1,5 Bulan".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang