Terpopuler: Kisah 5 Pemain Naturalisasi Indonesia yang Mualaf dan Puasa, STY Bicara Masa Depan Timnas Indonesia
Dinamika sepak bola Asia Tenggara pekan ini diwarnai ketegangan dan masa transisi yang emosional. Di tengah guncangan skandal dokumen naturalisasi yang menerpa Timnas Malaysia, Indonesia justru menunjukkan sisi harmonis lewat 'restu' Shin Tae-yong kepada suksesornya, John Herdman, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Skuad Garuda.
Tak hanya soal persaingan di lapangan, nuansa spiritual juga mulai terasa kuat menyambut bulan suci Ramadhan, mulai dari pengakuan menyentuh bintang Liverpool, Hugo Ekitike, hingga keteguhan iman para pemain naturalisasi mualaf di kompetisi domestik.
Simak rangkuman lima berita paling menyita perhatian pembaca VIVA.co.id sepanjang Sabtu, 21 Februari 2026 berikut ini:
5. Diterpa Skandal Naturalisasi, Timnas Malaysia Dituding ‘Kabur’ ke Thailand
Timnas Malaysia
Atmosfer sepak bola Malaysia memanas jelang duel krusial kontra Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027, 31 Maret mendatang. Bukan karena taktik atau performa, melainkan badai polemik naturalisasi pemain yang menyeret nama federasi hingga ruang publik. Di tengah situasi tersebut, legenda sepak bola Malaysia Datuk Jamal Nasir melontarkan kritik keras terhadap sikap tertutup Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Menurut Jamal Nasir, publik Malaysia saat ini seperti dibiarkan dalam ketidakpastian. Ia menilai FAM hampir tidak memberi pembaruan apa pun mengenai kondisi tim nasional di tengah penyelidikan kasus pemain naturalisasi. Padahal, tegasnya, tim nasional adalah milik masyarakat dan bukan milik kelompok tertentu, sehingga keterbukaan informasi menjadi kewajiban federasi.
Akar polemik bermula dari kasus tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen tidak sah untuk memenuhi syarat membela Malaysia. Mereka adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Facundo Garces, Imanol Machuca, Gabriel Palmero, dan Rodrigo Holgado.
Badan sepak bola dunia menjatuhkan larangan tampil di level tim nasional selama 12 bulan terhadap ketujuh pemain tersebut. Sanksi itu langsung mengguncang rencana skuad Malaysia yang tengah bersiap menghadapi agenda internasional penting, termasuk duel melawan Vietnam.
4. Kata Shin Tae-yong Lihat Super League Diserbu Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyatakan kepulangan sejumlah pemain diaspora ke Super League 2025–2026 bukan persoalan besar, Jumat 20 Februari 2026.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai fenomena tersebut wajar selama para pemain tetap mendapatkan menit bermain dan berusaha maksimal di klub masing-masing di Indonesia.
“Ya tidak masalah. Yang penting masing-masing pemain berusaha keras di tim masing-masing,” ujar Shin kepada awak media di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam dua musim terakhir, tren pemain diaspora kembali ke kompetisi domestik memang menjadi sorotan. Super League musim 2025–2026 diisi sejumlah nama yang sebelumnya berkarier di Eropa dan Asia, memunculkan optimisme terhadap peningkatan kualitas liga sekaligus dampaknya bagi program jangka panjang Timnas Indonesia.
Sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya bermain di luar negeri kini memperkuat klub-klub besar Tanah Air. Di antaranya Jordi Amat, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Ivar Jenner.
3. Shin Tae-yong Bicara Masa Depan Timnas Indonesia di Tangan John Herdman
Shin Tae-yong
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae yong, menyambut positif kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru tim Garuda. Ia meyakini, di bawah kendali juru taktik yang sukses mengantar Kanada tampil di Piala Dunia 2022 tersebut, sepak bola Indonesia berpeluang menuai hasil yang lebih baik ke depannya.
“Sekarang pelatih timnas baru ya. Suasana sangat baik juga, sudah berubah jadi baik. Dan saya percaya kalau ada dukungan bagus dari para fans sepak bola Indonesia, pasti akan membawa hasil yang bagus,” ujar Shin Tae-yong saat jumpa pers bersama CLEAR MEN ULTRA di Jakarta Selatan, Jumat dilansir ANTARA.
Shin Tae-yong sendiri merupakan sosok penting di balik kemajuan signifikan timnas Indonesia dalam lima tahun terakhir. Pelatih asal Korea Selatan itu menukangi skuad Garuda sejak 2020 hingga 2025 dengan catatan 57 pertandingan, meraih 26 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan.
Selama masa kepemimpinannya, Shin berhasil mencetak sejumlah sejarah penting. Timnas Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 serta menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Capaian tersebut sekaligus memastikan langkah otomatis Indonesia ke Piala Asia 2027.
Tak hanya di level senior, Shin juga menorehkan prestasi bersejarah bersama timnas U-23. Garuda Muda sukses melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024 dan nyaris mengamankan tiket ke Olimpiade 2024.
2. Kisah Ramadhan Hugo Ekitike: Puasa, Refleksi Diri, dan Dukungan Liverpool
Pemain Liverpool Hugo Ekitike
Penyerang Hugo Ekitike berbagi kisah personalnya dalam wawancara terbaru bersama Liverpool, khususnya tentang bagaimana ia memaknai bulan suci Ramadhan sebagai seorang Muslim.
Dalam wawancara tersebut, Ekitike secara terbuka memperkenalkan dirinya dan latar belakang keyakinannya.
“Perkenalkan, saya Hugo Ekitike dan saya seorang Muslim,” ujar Ekitike dilansir media sosial Liverpool.
Ramadhan, Bulan untuk Mendekatkan Diri
Menurut Ekitike, Ramadhan memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperbaiki diri.
“Saya pikir ini adalah bulan yang baik untuk lebih mendekatkan diri dengan agama dan kerabat Anda, melakukan perbuatan baik, dan menjadi lebih murni daripada biasanya,” tuturnya.
1. Menjaga Iman di Tengah Peluh: Kisah 5 Pemain Naturalisasi Indonesia yang Mualaf dan Menjalani Puasa Ramadhan
Sandy Walsh
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dikerjakan seluruh umat muslim di dunia, termasuk seorang pesepakbola. Di level dunia, Nama-nama besar seperti Hakim Ziyech, Karim Benzema, hingga Mohamed Salah menjadi contoh nyata bagaimana ibadah dan profesionalisme bisa berjalan beriringan.
Begitu juga di Indonesia, pesepakbola mendapatkan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. Selama bulan Ramadan, jadwal pertandingan Super League disesuaikan dengan kick-off malam hari, yakni pukul 20.30 WIB.
Tak hanya pemain lokal, sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia juga diketahui menjalani ibadah puasa Ramadan. Berikut lima pemain naturalisasi yang tetap menunaikan puasa di tengah aktivitas sepak bola profesional.
1. Diego Michiels
Nama pertama adalah Diego Michiels, yang kini memperkuat Borneo FC. Ia menjadi Warga Negara Indonesia pada 2011 dan sempat menjadi andalan Timnas Indonesia.
Diego memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Robbi Michiels, sementara ibunya Annet Kloppenburg berasal dari Belanda. Ia memutuskan menjadi mualaf pada 2012 dan sejak saat itu rutin menjalani puasa Ramadan, termasuk tahun ini.