BERITA FOTO: “War” Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Warga Rela Antre Demi Rasa Khas Banjar

Suasana sore di kawasan Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, mendadak ramai menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (20/2/2026). 

Ratusan warga tampak memadati kawasan masjid sambil membawa berbagai wadah makanan untuk mendapatkan bubur samin, kuliner khas Kalimantan Selatan yang hanya hadir setiap bulan Ramadhan.

Antrean warga terlihat mengular sejak pukul 15.00 WIB atau setelah shalat ashar. 

Mereka datang silih berganti, mulai dari warga sekitar hingga masyarakat dari luar Kota Solo.

Banyak di antaranya rela menunggu cukup lama sebelum pembagian dimulai demi mencicipi bubur bercita rasa rempah khas tersebut.

bubur samin, BERITA FOTO: “War” Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Warga Rela Antre Demi Rasa Khas Banjar

Antrean warga di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah pada Jumat (20/2/2026) sore. Ribuan warga mengantre sejak siang untuk mendpat bubur samin yang dibagikan secara gratis oleh pihak masjid. Tradisi ini dilakukan setiap bulan Ramadhan sejak 1975. Sebanyak 1.200 porsi bubur samin langsung habis dalam waktu satu jam.

1.200 Porsi Bubur Samin Langsung Ludes

Sebanyak 1.200 porsi bubur samin disiapkan panitia untuk warga. Namun, jumlah tersebut tidak bertahan lama.

Dalam waktu sekitar satu jam, satu panci besar bubur samin yang dimasak sejak siang hari langsung habis dibagikan kepada masyarakat.

Tradisi pembagian bubur samin ini telah berlangsung sejak 1975 dan menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinantikan saat Ramadhan. 

Warga berdatangan membawa ember kecil, rantang, hingga wadah plastik untuk mendapatkan bagian bubur secara gratis.

bubur samin, BERITA FOTO: “War” Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Warga Rela Antre Demi Rasa Khas Banjar

Warga Bekonang, Sukoharjo, Rismawati (kiri), setelah mendapat jatah bubur samin yang dibagikan secara gratis di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026) sore.

Proses memasak bubur samin sendiri membutuhkan persiapan panjang. Bahan-bahan mulai disiapkan sejak pagi, kemudian dimasak dalam panci berukuran besar menjelang siang hari. 

Santan dari puluhan kelapa dipadukan dengan daging serta berbagai rempah seperti jahe dan kapulaga, menghasilkan aroma khas yang langsung tercium di sekitar area masjid.

"Pada prinsipnya adalah rempah-rempah atau yang dibuat dari empon-empon. Itu kan ada jahe, kapulaga," kata Wakil Ketua Yayasan Darussalam Nur Cholish kepada Kompas.com, Jumat.

"Di-mix jadi satu, kemudian dimasak, dicampur sama air dan berasnya itu, sama ada santan, ada daging juga, kemudian ada sayur, bawang bombai dan wortel," sambungnya.

Selain dibagikan kepada masyarakat umum, panitia juga menyiapkan 300 porsi untuk sajian berbuka puasa bersama jemaah. 

bubur samin, BERITA FOTO: “War” Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Warga Rela Antre Demi Rasa Khas Banjar

Subadi, warga Solo, Jawa Tengah sedang memasak bumbu untuk pembuatan bubur samin khas Banjar, Kalimantan Selatan di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah pada Kamis (19/2/2026). Bubur ini akan dibagikan selama bulan Ramadhan kepada masyarakat. Tradisi ini sudah berlangsung sejak 1975 dan terus dilanjutkan hingga kini.

Bubur Samin, Makanan Khas Banjar Bikin Warga Solo Kepincut 

Warga yang tidak kebagian saat antre sore hari biasanya tetap menunggu hingga waktu berbuka.

Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari warga Solo. Sejumlah pengunjung dari daerah sekitar, seperti Sukoharjo, turut hadir untuk berburu bubur samin yang dikenal memiliki cita rasa berbeda dari bubur pada umumnya. 

Rasa gurih santan yang kuat berpadu dengan rempah-rempah membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang.

bubur samin, BERITA FOTO: “War” Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo, Warga Rela Antre Demi Rasa Khas Banjar

Warga Solo dan sekitarnya sedang mengantre pembagian bubur samin khas Banjar, Kalimantan Selatan di Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026) sore. Pihak masjid selalu membagikan bubur samin setiap bulan Ramadhan sejak 1975.

"Bedanya ini kan kayak pakai rempah, ada dagingnya, gurih sih," kata warga Sukoharjo, Fadhila.

"Dia beda enggak kayak bubur ayam kan kayak gitu. Ini kan bubur samin," tambahnya.

Bagi sebagian warga, momen berburu bubur samin bukan sekadar mencari hidangan berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi Ramadhan yang membawa kebersamaan. 

Antrean panjang, suasana ramai, hingga kebiasaan berbagi makanan kepada keluarga dan tetangga menjadi pemandangan yang selalu terulang setiap tahun.

Kehadiran bubur samin khas Banjar di Solo pun menjadi bukti bagaimana kuliner dari daerah lain dapat hidup dan menjadi tradisi baru di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan berkah Ramadhan bagi banyak orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang