BERITA FOTO: Kerusakan akibat Tanah Bergerak di Tegal
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meluas, merusak ratusan rumah, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Pergerakan tanah yang masih dinamis membuat pemerintah menetapkan status tanggap darurat sekaligus menyiapkan relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Peristiwa tersebut tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga infrastruktur publik seperti jalan umum, sekolah, hingga tempat ibadah.
Awal mula pergerakan tanah
Warga membersihkan puing-puing sekolah dan rumah yang rusak akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026), Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah, fasilitas umum, sekolah, pondok pesantren dan akses jalan yang rusak parah semakin meluas dan bertambah sebanyak 448 akibat bencana tanah bergerak.
Laporan terbaru, ratusan rumah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat, sementara ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Warga setempat, Siti Waridah, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah mulai terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (2/2/2026) sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.
Setelah tanda-tanda bahaya muncul, warga memutuskan mengungsi.
"Rumah rusak karena takut akhirnya mengungsi. Untuk suami dan orangtua masih di sana karena sebagian barang masih di rumah," katanya di posko pengungsian, Kamis (5/2/2026).
Trauma warga
TANAH BERGERAK: Sejumlah warga membawa barang-barang miliknya saat akan mengungsi ketika bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat bencana tanah bergerak.
Menurut Siti, hampir semua rumah tetangganya terdampak, terutama pada bagian dinding yang ambrol dan lantai yang retak.
Trauma juga dirasakan warga lainnya, termasuk pengungsi bernama Nur Halimah (35), yang menceritakan saat rumahnya hancur.
"Jam sembilan malam saya keluar karena tembok sudah hancur. Tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa," kata Nur di tempat pengungsian, Jumat (6/2/2026).
Tinggal di tenda pengungsian
TANAH BERGERAK: Sejumlah warga berada di tenda pengungsian bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026), Menurut data BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 700 warga dan 500 santri mengungsi ditempat yang lebih aman akibat bencana tanah bergerak.
Nur kemudian memilih tinggal di tenda pengungsian bersama anaknya yang masih berusia lima tahun dan berharap pemerintah segera menyediakan tempat tinggal yang lebih aman.
Sementara itu, Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD Padasari 01, mengaku rumahnya tidak roboh tetapi bergeser sehingga tidak lagi layak ditempati.
“Sudah sekitar tiga hari tinggal di tempat ngungsi. Rumahnya nggak hancur, tapi miring ke atas,” kata Ahmad.
Bangunan roboh
TANAH BERGERAK: Warga berada samping bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah yang hancur akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026), Menurut data BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 150 rumah rusak, sejumlah bangunan pondok pesantren, sekolah dan jalan rusak parah akibat bencana tanah bergerak.
Ia menambahkan hampir seluruh warga di sekitar rumahnya memilih mengungsi meskipun sebagian bangunan tidak roboh.
“Walaupun rumahnya nggak hancur, ya tetap sedih,” katanya.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan pemerintah daerah telah mengambil langkah tanggap darurat sejak awal kejadian, mulai dari penyediaan tenda pengungsian, dapur umum, hingga fasilitas penunjang lainnya.
"Alhamdulillah, sejak semalam kami sudah menyiapkan tenda darurat lengkap dengan alas, dapur umum di dua titik, serta toilet portabel sebanyak lima unit. Untuk sementara, toilet existing di rumah warga juga masih dimanfaatkan," kata dia.
Status tanggap darurat
TANAH BERGERAK: Sejumlah warga membawa barang-barang miliknya saat akan mengungsi ketika bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat bencana tanah bergerak.
Ia memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut meskipun kerusakan cukup signifikan.
Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan mengaktifkan pos komando serta satuan tugas kebencanaan.
"Hari ini sudah kami tetapkan status tanggap darurat bencana melalui SK Bupati, sekaligus mengaktifkan pos komando dan satgas kebencanaan. Komandan satgas adalah Sekretaris Daerah dengan pengarah dari Forkopimda," pungkasnya.
Rencana lokasi
Sedikitnya 19 rumah warga di Dusun Purwo dan Dusun Krandegan, Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, mengalami kerusakan parah akibat bencana gerakan tanah.
Data pemerintah daerah mencatat sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya rusak berat.
Lebih dari 2.000 jiwa mengungsi di empat posko utama.
Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman untuk pembangunan hunian sementara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang