Limbah MBG Diduga Cemari Kampung, Warga Solo Minta Dapur SPPG Ditutup
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima laporan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah makanan dari dapur MBG milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari.
Dalam laporannya, Warga RT 01/RW 06 Banyuanyar, Sumarman, meminta agar dapur MBG ditutup karena diduga mencemari lingkungan sekitar.
“Mohon dapur MBG di wilayah kami ditutup karena selama dapur ini beroperasi dan sampai sekarang limbahnya mencemari lingkungan,” kata Sumarman, saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/10).
Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Satgas MBG Kota Surakarta, Winarno, membenarkan adanya laporan warga. Namun, ia menyatakan belum dapat memastikan apakah pencemaran tersebut benar berasal dari dapur MBG.
“Kami akan tindak lanjuti keluhan warga tersebut. Kami sudah teruskan masalah ini pada dinas terkait, DLH,” tutur Winarno
Winarno menambahkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan sumber limbah. “Warga menduganya memang dari dapur, tetapi kan harus kita cek dulu benar atau tidaknya,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Solo, Agung Riyadi, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan limbah oleh SPPG terus dilakukan.
“Kita sampaikan terkait Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) ke semua pengelola SPPG. Nanti ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)