Troli Bandara Dipakai Main Kereta-keretaan, Bandara Lombok Buka Suara
Sejumlah pengunjung bandara terlihat menggunakan troli di luar fungsi semestinya. Aktivitas ini terekam kamera dan viral di media sosial.
Video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @nyonyahjayadi tersebut telah ditonton lebih dari 766.000 kali hingga Kamis (19/2/2026).
Dalam video itu, sejumlah pengunjung bandara yang terdiri dari anak-anak dan para ibu, tampak menggunakan troli bandara seolah mainan kereta, bukan sebagai pengangkut barang bawaan.
Seorang pria tanpa seragam lantas mengumpulkan troli yang tersebar, lalu mengambil dan menyusunnya menjadi satu rangkaian.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Kamis (19/2/2026), peristiwa ini terjadi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid atau Bandara Lombok di Nusa Tenggara Barat.
Pihak Bandara Lombok menegaskan bahwa individu yang terlihat di dalam video maupun pihak perekam, bukan merupakan petugas bandara.
Bandara International Lombok Praya menampung 44 penerbangan ekstra selima perhelatan MotoGP 2025.
"Mereka merupakan pengguna jasa yang berada di area sekitar bandara dan berinisiatif merapikan kembali trolley yang sebelumnya digunakan tidak sesuai peruntukan," ungkap Plt. Branch Communication dan CSR Department Head, Hidya Putri Ramadhina.
Hidya menuturkan, pihak bandara juga telah menyiagakan petugas troli yang bertugas untuk mengumpulkan, merapikan dan memastikan ketersediaan troli bagi pengguna jasa bandara.
Namun, saat kerjadian berlangsung, para petugas tersebut tengah mengumpulkan troli di beberapa area lain di bandara.
Lewat kejadian ini, Hidya mengimbau kepada seluruh penumpang pesawat, pengguna jasa bandara, pengantar, dan penjemput untuk menggunakan fasilitas bandara sesuai dengan peruntukannya.
sama menjaga sarana dan prasarana demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang