Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah 2026, Lengkap Niat dan Keutamaannya

Puasa Ayyamul Bidh, niat puasa Ayyamul Bidh, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah 2026, Lengkap Niat dan Keutamaannya, Kapan puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan?, Mengapa puasa Ayyamul Bidh dianjurkan?, Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?, Bagaimana tata cara pelaksanaannya?, Apa saja keutamaan puasa Ayyamul Bidh?

 Puasa sunnah Ayyamul Bidh kembali menjadi perhatian umat Muslim sebagai salah satu amalan yang dianjurkan untuk menjaga konsistensi ibadah setelah bulan Ramadhan dan Syawal.

Di tengah ritme kehidupan modern yang semakin cepat, ibadah ini dinilai sebagai amalan ringan namun memiliki dampak besar bagi ketenangan batin dan kedisiplinan spiritual.

Saat ini, umat Islam telah memasuki pertengahan bulan Zulkaidah 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Zulkaidah 1447 H jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.

Seperti bulan-bulan lainnya, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh.

Kapan puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan?

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan selama tiga hari di pertengahan bulan Hijriah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15.

Untuk bulan Zulkaidah 1447 H, jika dikonversikan ke kalender Masehi, pelaksanaannya jatuh pada:

  • 30 April 2026
  • 1 Mei 2026
  • 2 Mei 2026.

Puasa ini dikenal sebagai puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan fase bulan purnama, saat cahaya bulan terlihat terang.

Dalam khazanah fikih, puasa Ayyamul Bidh termasuk sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Mengapa puasa Ayyamul Bidh dianjurkan?

Para ulama menekankan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadhan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun kecil, memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu bentuk implementasi dari prinsip tersebut, yakni menjaga rutinitas ibadah secara berkelanjutan.

Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk menghadirkan niat pada malam hari. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bidh sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat tidak harus diucapkan secara lisan, melainkan cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran spiritual.

Bagaimana tata cara pelaksanaannya?

Secara umum, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa lainnya. Ibadah dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari:

  • Makan dan minum
  • Perbuatan yang membatalkan puasa
  • Hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Namun, para ulama menekankan bahwa esensi puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa yang sempurna juga mencakup menjaga lisan, pandangan, dan hati.

Jika tidak dapat melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, sebagian ulama membolehkan untuk menggantinya di hari lain dalam bulan yang sama, meskipun pelaksanaan pada tanggal 13, 14, dan 15 tetap lebih utama.

Apa saja keutamaan puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis dan literatur keislaman, antara lain:

  • Pahala setara puasa sepanjang tahun
    Puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti berpuasa sepanjang tahun karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
  • Menjalankan wasiat Rasulullah
    Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga tiga amalan, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan shalat witir.
  • Menghidupkan sunnah Nabi
    Dengan melaksanakan puasa ini, seorang Muslim turut meneladani kebiasaan Rasulullah.
  • Melatih konsistensi ibadah
    Puasa rutin setiap bulan membantu membangun disiplin dan kesinambungan amal.
  • Membersihkan jiwa dan menenangkan hati
    Dalam kajian keislaman, puasa sunnah juga menjadi sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang