Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2026, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Puasa Ayyamul Bidh, niat puasa Ayyamul Bidh, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2026, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya, Kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh April 2026?, Apa kedudukan puasa Ayyamul Bidh dalam Islam?, Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?, Bagaimana tata cara pelaksanaannya?, Apa saja keutamaan puasa Ayyamul Bidh?

Salah satu ibadah yang kerap dianjurkan para ulama adalah puasa sunnah Ayyamul Bidh, yang dikenal sebagai puasa hari-hari putih.

Pada April 2026, puasa ini kembali menjadi momentum bagi umat Muslim untuk menjaga konsistensi ibadah setelah bulan Syawal.

Selain itu di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, banyak umat Islam mencari amalan ringan namun berdampak besar bagi ketenangan batin. Lalu, kapan pelaksanaannya, bagaimana niatnya, dan apa saja keutamaannya?

Kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh April 2026?

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Pada bulan Syawal 1447 H yang bertepatan dengan April 2026, jadwalnya adalah sebagai berikut:

  • Rabu, 1 April 2026: 13 Syawal 1447 H
  • Kamis, 2 April 2026: 14 Syawal 1447 H
  • Jumat, 3 April 2026: 15 Syawal 1447 H

Penamaan Ayyamul Bidh merujuk pada kondisi malam yang terang oleh cahaya bulan purnama.

Secara simbolik, kondisi ini menggambarkan kejernihan hati dan kebersihan jiwa bagi mereka yang menjalankan ibadah tersebut.

Apa kedudukan puasa Ayyamul Bidh dalam Islam?

Dalam khazanah fikih, puasa Ayyamul Bidh termasuk sunnah muakkadah, yakni amalan yang sangat dianjurkan karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Anjuran ini sejalan dengan prinsip dalam Islam untuk menjaga kesinambungan ibadah, tidak hanya pada bulan Ramadan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menekankan pentingnya kontinuitas dalam beramal. Ia menyebutkan bahwa amalan kecil yang dilakukan secara rutin memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?

Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan untuk menghadirkan niat pada malam hari. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bidh sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini tidak harus dilafalkan secara lisan, melainkan cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran spiritual.

Bagaimana tata cara pelaksanaannya?

Secara umum, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa lainnya. Ibadah dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun, para ulama menegaskan bahwa esensi puasa tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa yang sempurna adalah ketika seseorang juga menjaga lisan, pandangan, dan hatinya dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Jika seseorang tidak dapat melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, sebagian ulama membolehkan untuk menggantinya di hari lain dalam bulan yang sama, meskipun pelaksanaan pada tanggal 13, 14, dan 15 tetap lebih utama.

Apa saja keutamaan puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis dan literatur keislaman. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pahala setara puasa sepanjang tahun

Puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

2. Menjalankan wasiat Rasulullah

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga tiga amalan, yakni puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan shalat witir.

3. Menghidupkan sunnah Nabi

Dengan melaksanakan puasa ini, seorang Muslim turut meneladani kebiasaan Rasulullah dalam menjaga ibadah sunnah.

4. Melatih konsistensi ibadah

Puasa yang dilakukan setiap bulan membantu membangun disiplin spiritual dan menjaga kesinambungan amal.

5. Membersihkan jiwa dan menenangkan hati

Dalam buku karya M. Syukron Maksum, dijelaskan bahwa puasa sunnah dapat menjadi sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa.

Di tengah tekanan hidup modern yang serba cepat, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga sarana refleksi diri.

Ibadah ini mengajarkan pengendalian diri, kesederhanaan, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menjadi momen untuk menata kembali hati dan pikiran agar lebih jernih dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang