Profil Wali Kota Denpasar yang Minta Maaf ke Prabowo dan Mensos soal Penonaktifan BPJS PBI

BPJS PBI, Prabowo, Mensos, Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Profil Wali Kota Denpasar yang Minta Maaf ke Prabowo dan Mensos soal Penonaktifan BPJS PBI

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya terkait penonaktifan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Sebagai informasi, Jaya Negara pernah menyampaikan bahwa penonaktifan BPJS PBI merupakan instruksi khusus Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataannya itupun mendapat respons dari Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Mensos menyebut bahwa pernyataan Jaya Negara bisa menyesatkan. 

"Saya selaku Wali Kota Denpasar memohon maaf kepada Bapak Presiden dan Menteri Sosial atas pernyataan kami yang menyatakan bahwa Bapak Presiden menginstruksikan kepada Menteri Sosial untuk menonaktifkan penerima manfaat PBI desil 6 sampai 10 yang jumlahnya sebanyak 24.401 jiwa di Kota Denpasar," kata Jaya Negara di Denpasar, pada Sabtu (14/2/2026), dilansir dari Kompas.com.

Jaya Negara mengaku tidak ada memiliki niat untuk menyesatkan terkait pernyataannya sebelumnya.

"Sejujurnya sedikitpun tidak ada niat kami seperti itu (menyesatkan). Maksud kami adalah Bapak Presiden mengeluarkan instruksi Nomor 4 tahun 2025 tentang DTSEN yang mana bertujuan meningkatkan akurasi data agar lebih tepat sasaran efektif dan efisien," tukasnya.

Profil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara

I Gusti Ngurah Jaya Negara atau akrab disapa Gung Jaya atau Turah Jayanegara lahir di Denpasar pada 4 Juli 1966.

Ia merupakan anak dari pasangan Gusti Ngurah Gde Sutedja dan Ni Jero Samiata yang berasal dari Puri Penatih.

Sementara, sang ayah berprofesi sebagai seorang guru dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Perjalanan Pendidikan

Jaya Negara muda menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Nomor 1 Penatih dan lulus tahun 1979.

Lalu ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dwijendra Denpasar dan lulus tahun 1982.

Setelah lulus SMP tahun 1982, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar dan lulus pada tahun 1985.

Kemudian ia menempuh pendidikan di perguruan tinggi S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Pendidikan Nasional.

Ia menyelesaikan pendidikan dan menggondol gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1991 dan langsung bekerja sebagai bankir di sebuah bank swasta di Denpasar.

Perjalanan Karier Profesional dan Politik

Setelah meraih gelar sarjana, Jaya Negara mulai bekerja di Bank Pesona Kriyadana pada tahun 1991.

Bank tersebut bangkrut akibat krisis keuangan Asia 1997 dan Jaya Negara diberhentikan pada tahun 1998.

Setelah itu, ia mulai aktif berpolitik. Pada pemilihan umum legislatif 1999, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Denpasar dari PDI-P.

Ia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada 2004, dan menjadi ketua salah satu komisi DPR.

Pada tahun 2010, ia mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota Ida Bagus Rai Mantra dalam pemilihan wali kota Denpasar, dan pasangan tersebut menang dengan perolehan suara 72,5 persen. Mereka dilantik pada 11 Agustus 2010.

Lalu, mereka terpilih kembali pada 2015, dan dilantik untuk masa jabatan kedua tanggal 17 Februari 2016.

Lima tahun kemudian, Jaya Negara mencalonkan diri sebagai wali kota dan terpilih menjadi Wali Kota Denpasar periode 2021-2024.

Berikutnya, ia kembali mencalonkan diri dan terpilih menjadi Wali Kota Denpasar periode 2025-2030.

Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang