Simon Tahamata Tak Khawatir Timnas Indonesia U-17 Dibantai China: Mereka Itu Masih Muda

Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata
Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata

 Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, menanggapi hasil kurang memuaskan yang diraih Timnas Indonesia U-17 saat menjalani dua laga uji coba melawan Timnas China U-17.

Meski Garuda Muda kalah 0-7 pada laga pertama dan 2-3 di pertemuan kedua, Simon menegaskan dirinya tidak khawatir karena proses pembentukan tim masih berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Simon menilai skor telak pada pertandingan awal tidak mencerminkan kekuatan sesungguhnya skuad muda Indonesia. Ia melihat adanya perkembangan signifikan pada laga kedua, terutama dalam menjalankan instruksi pelatih.

“Pertandingan pertama tidak bagus. Yang kedua saya senang. Apa yang Coach Nova sampaikan untuk mereka, itu bisa dijalankan pemain. Tidak usah khawatir, nanti bisa bagus,” ujar Simon di GBK Arena, Jumat 12 Februari 2026.

Timnas Indonesia U-17

Menurutnya, peningkatan performa itu menunjukkan para pemain mulai memahami pola permainan yang diinginkan tim pelatih.

Dua kekalahan tersebut, lanjut Simon, harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Ia menyebut sebagian besar pemain baru saja melewati tahap seleksi dan belum lama disatukan dalam satu tim, sehingga adaptasi antarpemain masih berlangsung.

Selain faktor internal, kualitas lawan juga menjadi perhatian. China disebut memiliki organisasi permainan yang rapi dan kemampuan mengontrol jalannya pertandingan.

“Jangan lupa, China punya tim yang sangat bagus. Mereka bisa mengontrol permainan. Dan apa yang Coach Nova sampaikan kepada mereka, semua terjadi. Hasilnya bagus, kan. Sekarang memang harus terus dikejar,” katanya.

Simon menegaskan uji coba internasional seperti ini justru penting sebagai bahan evaluasi. Dari dua laga tersebut, tim pelatih dinilai bisa mengidentifikasi kekurangan sekaligus mempercepat proses perbaikan.

Agenda besar yang menjadi fokus pembinaan adalah persiapan menuju Piala Asia U-17 2026 yang dijadwalkan berlangsung Mei 2026. Ia menilai masih ada waktu sekitar lima hingga enam bulan bagi tim pelatih untuk mematangkan komposisi dan kualitas permainan.

“Mereka itu masih muda. Coach Nova masih bisa menyiapkan mereka setengah tahun, lima bulan. Masih ada waktu,” ujar Simon merujuk pada pelatih kepala Nova Arianto.

Ia juga meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif karena para pemain masih berada pada fase awal pembentukan tim.

Selain aspek teknis, Simon menyoroti mental bertanding para pemain. Ia ingin skuad muda Indonesia lebih berani dalam duel satu lawan satu serta percaya diri saat menguasai bola.

Dari pengamatannya, fondasi mental pemain sudah cukup positif. Semangat bertanding dan sikap profesional dinilai menjadi modal penting untuk bersaing di level Asia.

Di sisi lain, ia memberi sinyal bahwa komposisi tim masih bisa berubah. Proses pencarian talenta disebut belum berhenti demi mendapatkan skuad terbaik.

“Masih cari. Kita harus mencari yang terbaik. Bukan hanya mengambil anak-anak yang berusia 16 tahun. Kita harus mencari pemain yang lebih baik dari yang ada saat ini,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, penilaian pemain tidak hanya dari teknik, tetapi juga taktik, kemampuan duel, hingga sikap saat membela negara.

“Mereka adalah orang-orang yang merepresentasikan bangsa Indonesia,” tutup Simon.