BYD Siap Turunkan ‘Monster’ Teknologi ke Indonesia
BYD mulai memetakan peluang menghadirkan produk-produk baru di Indonesia dengan melihat respons pasar terhadap teknologi yang mereka bawa. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik dalam beberapa waktu terakhir.
Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan awal tahun menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk membaca arah pasar. Penjualan wholesales BYD pada Januari tercatat sekitar 5.200 unit dan mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ia menilai pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif, tidak hanya bagi BYD tetapi juga untuk industri kendaraan listrik secara keseluruhan. Bahkan, secara total pasar EV disebut meningkat hampir tiga kali lipat dibanding Januari tahun sebelumnya.
“Awareness terhadap EV jadi signifikan dari tahun ke tahun. Sekitar 60 persen dari total EV yang terjual di Januari merupakan kontribusi BYD, ini sinyal yang positif,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 10 Februari 2026. Kondisi ini membuat perusahaan semakin percaya diri untuk membawa inovasi teknologi global ke pasar domestik.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan teknologi lebih dulu ke publik sebelum benar-benar dipasarkan. Hal ini menjadi cara BYD untuk mengukur minat konsumen terhadap produk baru, termasuk model dengan teknologi tinggi.
Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, menjelaskan bahwa BYD memiliki beberapa platform kendaraan listrik yang digunakan untuk berbagai segmen. Platform E platform 3.0 saat ini sudah digunakan pada model yang dipasarkan massal di Indonesia.
Sementara itu, ada juga platform E3 yang digunakan pada kendaraan kelas premium seperti Denza Z9 GT. Platform ini dirancang khusus untuk mobil listrik dengan performa lebih tinggi dan fitur yang lebih canggih.
Menurut Bobby, E3 memiliki tiga motor independen yang menghasilkan tenaga hingga sekitar 710 kW dan torsi 1.150 Nm. Selain itu, teknologi rear-wheel steering dan vehicle motion control membuat kendaraan lebih stabil dan lincah saat bermanuver.
Platform ini juga sudah dilengkapi struktur Cell-to-Body atau CTB yang menyatukan baterai dengan bodi kendaraan. Hasilnya, tingkat kekakuan rangka meningkat dan perlindungan terhadap benturan juga lebih baik.