Timnas U17 Indonesia Tunduk dari China, Pengamat Nilai Jadi Ujian Standar Asia

Timnas U17 Indonesia mendapat tamparan keras saat menjalani laga uji coba internasional melawan China di Stadion Indomilk Arena Tengerang, Minggu (8/2/2026) malam.
Timnas U17 Indonesia menyerah dengan skor telak 0-7 dan menegaskan jauhnya jarak kesiapan antara Indonesia dan salah satu kekuatan utama Asia di level usia muda.
Sejak menit awal, timnas U17 China tampil dominan, rapi, dan agresif dalam memanfaatkan celah pertahanan Indonesia.
Pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menilai laga ini sebagai pembelajaran penting bagi Timnas U17 Indonesia yang tengah berada dalam fase awal pembentukan tim.
“Memang timnas u17 China ini sudah sangat matang mengingat di laga-laga sebelumnya mereka memulai laga persahabatan terlebih di awal Februari yang berakhir dengan skor 2-0,” ujar pengamat dari Jakarta itu kepada Kompas.com
“Apalagi jika berkaca dari hasil akhir 2025 lalu bisa dikatakan fenomenal di kualifikasi Piala Asia dalam 5 laga mereka tanpa kebobolan yang menandakan kesuburan di lini depan dan betapa solidnya lini bertahan dalam membatasi pergerakan lawan maupun menciptakan peluang,” imbuhnya.
Banyak Evaluasi untuk Tim Pelatih
Menurut Rizal Pahlevi, hasil ini harus dimaknai sebagai bahan evaluasi menyeluruh bagi pelatih Nova Arianto dan jajaran staf, terlebih mayoritas pemain merupakan wajah baru.
Ia menilai fase awal permainan Indonesia masih menyisakan banyak kesalahan, meski masih dapat dimaklumi.
“Mulai fase built up bagaimana masih ada beberapa error tapi masih bisa dimengerti standart yang kita hadapi memang timnas u17 China yang sangat baik saat ini dan juga timnas Indonesia yang baru bermain secara bersamaan jadi masih bisa dimengerti,” tuturnya
Selain itu, ia juga menyoroti kelemahan yang paling menonjol lini tengah yang seharusnya menjadi penghubung utama antar lini.
“Dalam laga uji coba pertama ini dari segi membangun serangan dan membangun jembatan antara di belakang dan didepan juga menjadi filter serangan utama tidak berjalan dalam laga ini,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu.
Pemain timnas U17 Indonesia pada uji coba internasional pertama melawan China yang berakhir dengan skor 0-7 di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam.
Meski kalah telak, ia justru menilai lawan sekelas China menjadi tolok ukur penting bagi Timnas U17 Indonesia.
“Jadi saya rasa masih bisa menjadi evaluasi dan saya bersyukur timnas u17 Indonesia mendapatkan lawan dengan level standart China jadi bisa mengukur kekuatan dan bagaimana standart yng bisa dicapai,” sambungnya.
Masih Ada Ruang Berkembang
Kini ia menegaskan bahwa kekalahan besar tidak boleh mematikan optimisme terhadap masa depan tim. Ia berharap laga uji coba kedua dapat menunjukkan perbaikan performa.
“Saya rasa tim ini masih bisa berkembang walaupun hasil uji coba pertama sangat telak 0-7, dibabak pertama 0-4 dan babak kedua 0-3," kata Rizal Pahlevi.
"Tapi ini pembelajaran penting untuk kita baik segi pertahanan dan menyerang maupun hal-hal basic seperti passing, built up serta transisi negatif-positip.”
“Tim masih bisa berkembang dan saya harap pada laga uji coba kedua nanti timnas u17 Indonesia bisa improv dari laga ini,” pungkasnya.
Selanjutnya timnas U17 Indonesia dijadwalkan kembali menghadapi China pada laga uji coba internasional kedua di tempat yang sama, Rabu (11/2/2026) malam WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang