Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia, Ardiansyah Nur: Kagok Edan, Juara Sakalian!

Muhammad Syaifullah (kiri) memeluk rekannya Ardiansyah Nur
Muhammad Syaifullah (kiri) memeluk rekannya Ardiansyah Nur

 Timnas futsal Indonesia mencetak sejarah baru dengan memastikan diri melaju ke final Piala Asia Futsal 2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Indonesia Arena, Jakarta, skuad Garuda akan menantang Timnas Iran pada laga puncak yang digelar Sabtu  7 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Keberhasilan ini menjadi kali pertama Indonesia tampil di partai final Piala Asia Futsal, setelah sebelumnya menyingkirkan Jepang dengan skor dramatis 5-3 pada laga semifinal, Kamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain timnas futsal Indonesia Ardiansyah Nur menegaskan tekad timnya untuk tidak sekadar puas lolos ke final. Pemain yang akrab disapa Anca itu menilai, kesempatan bermain di rumah sendiri terlalu sayang jika tidak dituntaskan dengan gelar juara.

“Kita fokus recovery, dan kita usaha apa pun. Sayang kan kalau enggak juara,” kata Anca saat menjawab pertanyaan ANTARA di mixed zone Indonesia Arena.

Ungkapan tekad tersebut seolah mewakili semangat “kagok edan, juara sakalian”, istilah khas yang selama ini dikenal di kalangan Bobotoh Persib. Frasa itu biasa digunakan saat tim kesayangan mereka sudah berada di ambang juara—tanggung kalau berhenti di tengah jalan, sekalian saja menuntaskan dengan trofi.

Pemain Timnas Futsal Indonesia

Pada laga semifinal melawan Jepang, Anca memang tak mencetak gol. Namun perannya sangat vital dalam proses terciptanya gol kedua Indonesia pada menit ke-23. Tembakan kerasnya justru berujung gol bunuh diri Takehiro Motoishi, yang salah mengantisipasi bola hingga masuk ke gawang sendiri.

Gol tersebut hampir memastikan kemenangan Indonesia di waktu normal dengan skor 3-2. Namun drama terjadi pada 30 detik terakhir setelah kapten Jepang Kazuya Shimizu mencetak gol penalti yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Indonesia akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Reza Gunawan dan Dewa Rizki di extra time, sekaligus mengunci tiket final.

“Pertandingan ini memang sangat sulit. Jepang juga bukan negara biasa, mereka sering main di final dan pernah juara,” ujar Anca menilai jalannya laga yang berlangsung ketat selama 50 menit.

Menurut Anca, kunci keberhasilan Indonesia adalah persiapan matang dan kekuatan mental tim. Indonesia sebelumnya sudah dua kali menghadapi Jepang, menang 1-0 di ajang 4 Nations World Series awal 2025 dan kalah 1-4 pada laga uji coba bulan lalu.

“Tapi alhamdulillah berkat persiapan dari jauh-jauh hari, uji coba sebelumnya, dan mental anak-anak yang bagus, semua berjuang dari awal sampai akhir,” jelas pemain yang telah mengoleksi dua gol di Piala Asia Futsal 2026 itu.

Dalam kesempatan yang sama, Anca juga menyinggung pertemuannya dengan pelatih Jepang Kensuke Takahashi, yang pernah membesut timnas futsal Indonesia pada 2018–2021.

“Aku enggak sempat ngobrol, cuma say hi saja,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anca pun mengapresiasi kontribusi Kensuke Takahashi dalam membangun fondasi futsal Indonesia, yang kini diperkuat oleh pelatih kepala Hector Souto.

“Coach Hector mempermantap fondasi yang sudah dibangun sama Coach Ken,” tutup Anca.