Pengamat Bahas Wajah Baru Timnas U17 Indonesia, Nova Muluskan Transisi

Pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menyambut positif komposisi timnas U17 Indonesia yang dipenuhi nama-nama baru.
Hal ini dinilainya sebagai langkah yang wajar dalam proses regenerasi pemain usia muda.
Menurutnya, dinamika sepak bola kelompok umur memang menuntut perubahan cepat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Karena para pendahulunya, pemain yang diperkuat Evandra Florasta dkk bertanding diajang kelas Piala Dunia U17,” kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada Kompas.com.
Ia menekankan bahwa pergantian generasi menjadi kebutuhan mutlak, terutama setelah pemain-pemain sebelumnya telah naik kelas dan menjalani kompetisi level lebih tinggi.
Saat ini, ia melihat komposisi 28 pemain Timnas U17 Indonesia yang didominasi kelahiran tahun 2009–2010, sebagai cerminan proses pembinaan yang berjalan sesuai siklus.
“Nama-nama yang baru dan lumrah dalam ajang sepak bola kelompok umur dinamikanya memang begitu cepat berubah. Jadi saya rasa ini hal perlu dilakukan,” imbuhnya.
Peran Pemain Lama Krusial di Tengah Regenerasi
Kini, di tengah hadirnya banyak pemain baru, ia menyoroti pentingnya keberadaan sosok berpengalaman seperti M. Mierza Firjatullah.
“Tanggung jawab besar memang ada di pundak Mierza, nama yang bisa dikatakan sudah genap dua tahun menjadi bagian dari timnas U17 Indonesia," kata Rizal Pahlevi.
"Bagaimana dalam perjalannnya selalu hadir, memang performanya masih bisa ditingkatkan jadi saya rasa pemanggilan ini cukup masuk akal, karena memiliki kualitas dan sisi pengalaman dari nama-nama baru yang dipanggil timnas saat ini,” sambungnya.
Ia mengatakan kombinasi antara pemain lama dan wajah baru menjadi kunci agar proses transisi berjalan seimbang, tanpa mengorbankan stabilitas tim.
Ia berharap pemain baru yang dipanggil timnas U17 Indonesia mampu meneruskan tren positif yang telah dibangun sebelumnya.
Pelatih Timnas U17 Indonesia Nova Arianto memberikan arahan kepada anak asuhnya saat sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Latihan tersebut sebagai persiapan untuk menghadapi Piala Dunia U17 yang berlangsung di Qatar pada 3-27 November 2025. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Sepasang laga uji coba melawan China yang akan dilaksanakan pada Minggu (8/2/2026) dan Rabu (11/2/2026) malam menjadi tahap awal penting.
Partai ekshibisi itu akan mengukur kesiapan tim menuju Piala Asia U17 2026 yang akan berlangsung 30 April hingga 17 Mei 2026 mendatang.
Bagi Rizal Pahlevi, uji coba internasional bukan sekadar soal hasil, melainkan proses pembelajaran bagi pemain muda untuk menghadapi tekanan dan ritme pertandingan level Asia.
Penunjukan Nova Arianto Dinilai Tepat untuk Transisi Tim
Sementara itu terkait susunan tim kepelatihan, Rizal Pahlevi menilai keputusan PSSI yang sementara waktu menunjuk Nova Arianto sebagai pelatih timnas U17 Indonesia dalam dua laga ke depan merupakan langkah yang tepat.
Ia menilai mantan asisten pelatih Shin Tae-yong itu sebagai figur yang paling memahami karakteristik sepak bola kelompok umur Indonesia.
“Saya rasa untuk memuluskan sisi transisi atau pelatih yang paling kenal karakteristik timnas kelompok umur sangat layak diberikan padanya."
"Jadi tidak ada masalah dalam penunjukannya kembali dalam dua laga terdepan,” tutur pengamat dari Jakarta itu.
Kebijakan tersebut diharapkan menguntungkan semua pihak dan mempercepat proses adaptasi tim.
“Saya rasa ini win-win solution bagi semua pihak dan berharap dapat berjalan mulus dalam dua laga ujicoba ke depan menghadapi China sekaligus memuluskan langkah menatap Piala Asia U17 nanti,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang