Kiper Timnas Indonesia Diserang Flare, CEO Inter Giuseppe Marotta Langsung Bereaksi Keras
Laga Inter Milan kontra Cremonese di Liga Italia yang seharusnya berjalan normal justru berubah tegang karena satu insiden berbahaya. Bukan gol atau selebrasi kemenangan yang jadi sorotan, melainkan momen ketika kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, tiba tiba tersungkur setelah terkena lemparan flare dari tribun penonton.
Peristiwa itu langsung memicu kemarahan. CEO Inter Milan Giuseppe Marotta bahkan angkat suara dan mengecam keras aksi yang dinilainya mencederai nilai sportivitas sepak bola.
Inter memang sukses mengamankan kemenangan 2-0 atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini, Minggu 1 Februari. Gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski memastikan tiga poin bagi Nerazzurri. Namun, kemenangan tersebut terasa hambar akibat insiden yang terjadi di awal babak kedua.
Saat Audero berdiri di depan gawangnya, sebuah flare melayang dari arah tribun utara yang diisi pendukung Inter. Suar merah itu jatuh tepat di area sang kiper dan mengenai tubuhnya.
Audero langsung terjatuh dan berguling di lapangan. Pemain dari kedua tim spontan menghampiri, sementara tim medis berlari masuk memberikan pertolongan. Pertandingan sempat terhenti karena situasi dinilai membahayakan keselamatan pemain.
Beruntung, kiper berdarah Indonesia itu tidak mengalami cedera serius. Meski sempat mengeluhkan kondisi kaki kanannya, Audero memilih bangkit dan melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir. Sikap profesionalnya justru mendapat apresiasi luas.
“Saya mengecam keras apa yang terjadi hari ini. Itu adalah tindakan konyol yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai nilai olahraga, nilai nilai yang telah kami coba tanamkan dan junjung tinggi sejak di tim muda. Bukan hanya saya yang merasa kecewa, melainkan juga seluruh pendukung Inter dan para pemain kami yang semuanya merasa terdampak,” ujar Giuseppe Marotta melalui situs resmi klub.
Marotta menegaskan, tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan identitas Inter Milan sebagai klub besar. Ia menilai keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama, bukan dikorbankan oleh ulah segelintir oknum.
Ia juga memastikan aparat berwenang sudah turun tangan untuk menyelidiki pelaku pelemparan flare.
“Saya tahu pihak berwenang sudah menyelidiki situasinya, dan saya yakin mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. Saya juga ingin memuji profesionalisme Audero yang mampu menjaga gawang hingga saat saat terakhir,” tambahnya.