Sudrajat, Pedagang Es Kue Jadul Sebut Premanlah yang Pukulinya

Dedi Mulyadi saat temui penjual es kue jadul, Sudrajat (baju putih kiri)
Dedi Mulyadi saat temui penjual es kue jadul, Sudrajat (baju putih kiri)

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM bertemu dengan penjual es kue jadul yang viral, Sudrajat. Pertemuan keduanya menarik perhatian publik dan memicu rasa penasaran. Dalam kesempatan tersebut, Sudrajat menceritakan kronologi insiden yang menimpanya hingga viral di media sosial pada awal pekan ini.

Namun, salah satu pernyataan Sudrajat menimbulkan kebingungan. Jika sebelumnya, ia mengaku mengalami kekerasan fisik dari anggota babinsa dan bhabinkamtibmas. Akan tetapi, dalam pernyataan di hadapan KDM, Sudrajat justru menyebut bahwa kekerasan fisik tersebut dilakukan oleh preman di kawasan Kemayoran.

Diceritakan Sudrajat, awalnya dia dipanggil oleh anggota bhabinkamtibmas untuk dimintai keterangan terkait dengan es yang dijualnya.

”Diancurin. Terus dibuang di muka saya, muka saya ditonjok, digampar,”kata Sudrajat, dikutip dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi, Sabtu 31 Januari 2026.

”Bener?,” tanya KDM.

”Iya pak, terus dianya kabur,” kata Sudrajat.

KDM kemudian sempat mengkonfirmasi ulang terkait dengan pemukulan yang diterimanya. Disebut Sudrajat dirinya mendapat pemukulan dari preman. Mendengar itu, KDM terlihat bingung dan kembali mengkonfirmasi pernyataan sang penjual es tersebut.  

”Yang tonjok siapa?,” tanya KDM.

”Preman,” jawab Sudrajat.

”Kan bapak ditanyanya sama anggota polisi kalau di videonya,” konfirmasi KDM.

”Anggotanya nggak ada,” kata Sudrajat.

KDM kemudian kembali menanyakan tentang masalah tersebut. Dia kembali mengulang pertanyaannya kali ini KDM bertanya terkait dengan siapa yang mengklaim es jualannya palsu.

”Bukan, waktu itu katanya es palsu sama siapa?,” tanya KDM.

”Kata orang kemayoran, bukan (polisi). Saya diincer ini es palsu, palsu,” jawab Sudrajat.

”Dilempar kemuka sama preman?,” tanya KDM lagi.

”Iya,” kata Sudrajat.

KDM kemudian menayakan apakah preman yang berbuat onar tersebut telah ditindak oleh pihak kepolisian. Ternyata kata Sudrjat, preman tersebut belum ditindak.

”Terus premannya udah ketangkap apa belum?,” tanya KDM.

”Belum,” jawab Sudrajat.

KDM kemudian kembali mempertegas situasi yang sebenarnya terjadi pada Sudrajat saat itu. Dijelaskan oleh Sudrajat, bahwa awalnya dia bertemu dengan preman sebelum akhirnya diinterogasi oleh polisi.

”Kaitannya dengan anggota polisi apa?,” tanya KDM.

”Anggota polisi itu es es palsu,” kata Sudrajat.

”Pertama bapak ketemu preman dulu apa polisi dulu?,” tanya KDM lagi.

”Preman dulu, abis preman dikasih tau ini es palsu anggota polisi. Datang (anggota polisinya), terus saya diincar sama anggota preman, ditonjok,” jawab Sudrajat.

”Bapak pertama ributnya sama siapa? Preman dulu?,” tanya KDM lagi untuk memastikan.

”Preman dulu dia bawa-bawa golok. Dia bawa apa semuanya,” jawab Sudrajat.

Dengan jawaban yang diberikan oleh Sudrajat, KDM kemudian mengkonfrimasi ulang terhadap jawaban-jawaban Sudrajat.

”Ribut sama preman, kata preman bapak es palsu?  Disampaikan ke bhabimkantibmas di situ? Terus bapak disamperin sama anggotanya? Terus kata anggotanya gimana?,” tanya KDM lagi mengkonfirmasi.

”Ini es asli, bukan ini palsu kata dia kata preman,” kata Sudrajat.

KDM kemudian bertanya lagi terkait dengan sikap anggota babinsa dan bhabinkamtibmas usai insiden tersebut.

”Sikap anggota polisinya sama bapak gimana? Kan udah minta maaf?,” tanya KDM.

”Pertamanya nggak minta maaf, kabur pak,” kata Sudrajat.

”Bukan sikap anggota babhimkamtibnasnya sama babinsanya gimana?,” tanya KDM lagi untuk memperjelas konteks dan maksudnya.

”Katanya sih asli, kata premannya es palsu,” kata Sudrajat.

”Kata anggota es asli?,” tanya KDM lagi.

”Iya,” jawab Sudrajat.

”Kata babinsa, kata anggota polisi es asli? Kata babinsa  asli, terus?,” tanya KDM lagi.

”Kata preman es palsu. Dibejek-bejek kayak kapas,” ujar Sudrajat.