Viral Pengakuan Pedagang Es Kue Jadul Alami Penganiayaan, Polisi Janji Bakal Klarifikasi
Pihak kepolisian angkat bicara terkait dengan dugaan kekerasan fisik yang dialami oleh Sudrajat, penjual es kue jadul. Seperti diketahui, Sudrajat mengaku mendapatkan kekerasan fisik usai dituding menjual es kue jadul berbahan spons di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.
Menyusul dengan dugaan kekerasan fisik yang dialami oleh Sudrajat, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengungkap bahwa pihaknya baru mendapat informasi tersebut dari media sosial. Sebab saat berada di Polsek Kemayoran, Sudrajat tidak memberikan keterangan bahwa dirinya mendapat dugaan kekerasan fisik.
“Iya benar, kami pun baru dapat informasi belum lama ini karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran. Pak Sudrajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat pengainiayaan,” kata dia kepada awak media, Selasa 27 Januari 2026.
Namun dia memastikan bahwa Polres Metro Jakarta Pusat akan mendalami pengakuan Sudrajat tersebut.
“Tapi karena kita sudah dapat tentu saja kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan di media sosial yang baru kita temukan tadi itu benar adanya atau tidak,” sambung AKBP Roby.
Sementara itu terkait dengan dugaan fitnah yang dialamatkan oleh aparat kepada Sudrajat, Roby menyebut penetapan unsur pidana harus didukung bukti yang kuat. Saat ini, uji laboratorium terhadap es kue jadul itu masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri.
“Kalau ngomong memfitnah itu juga kita tidak boleh melakukan hal atau kesalahan yang sama yang dilakukan oleh Aiptu Babinkamtibnas dan babinsa. Artinya unsur-unsurnya kita harus penuhi dulu baru ngomong memfitnah, karena tadi kita tunggu pun masih belum keluar hasil dari Labfor maupun dari Dinas Kesehatan,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Sudrajat mengaku sempat mengalami pengaiayaan setelah dituding menjual es kue jadul menggunakan bahan spons oleh anggota babinsa dan bhabinkamtibmas.
Insiden ini terjadi pada Sabtu 24 Januari lalu di Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Diceritakan Sudrajat awalnya, dia sempat dipanggil oleh anggota babinsa dan bhabinkamtibmas dengan dalil ingin membeli dagangannya.
“Dia beli es kue. Dia belum tau itu es jadul, dibejek-bejek aja sama polisi jadi kayak es bedak. Saya ditonjok pakai cincin, dipukul, diinjek-injek,” cerita Sudrajat dikutip dari tayangan YouTube, Rabu 28 Januari 2026.
Sudrajat mengaku diperlakukan seperti layaknya Binatang saat itu. Dia bahkan mengaku dugaan tindakan penganiayaan itu dilakukan oleh 10 orang sekaligus.
“Kayak anjing, kaki diangkat-angkat. Semua diangkat-angkat, saya disabet pakai selang air. Ada 10 orang. (Yang aniaya 10 orang), iya, Saya kayak anjing diseret-seret, disabet, pusing pala saya,” kata dia lebih lanjut.
Sudrajat sendiri mengaku bahwa insiden tersebut menimbulkan trauma yang mendalam baginya. Dia bahkan takut untuk kembali berjualan. Alhasil selama tiga hari belakangan ini dirinya tidak berdagang.
“Udah tiga hari, enggak (jualan). Saya takut digebuk lagi gimana, takut. Saya takutnya diincar. Takut saya dikeroyokin mati,” kata dia.
Lantaran takut untuk kembali berjualan, kehidupan perekonomian Sudrajat pun ikut terdampak. Dengan adanya insiden ini, Sudrajat berharap agar pihak aparat tidak lagi semena-mena melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.
“Jangan sekali-kali pukul lagi. Iya (trauma),” kata dia.