Sambil Gebrak Meja, Dedi Mulyadi Semprot Sudrajat Pedagang Es Kue Jadul Usai Ketahuan Bohong Soal Hal Ini

Dedi Mulyadi (kanan) dan penjual es kue jadul, Sudrajat (kiri)
Dedi Mulyadi (kanan) dan penjual es kue jadul, Sudrajat (kiri)

 Pasca kasus es kue jadul viral di media sosial, sosok Sudrajat terus mendapat sorotan dari pengguna media sosial. Bahkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga sempat berbincang dengan sang pedagang es kue jadul itu.

Namun siapa sangka, Dedi Mulyadi menemukan kenyataan dirinya dibohongi oleh Sudrajat. Kok bisa? Hal ini bermula saat KDM sebutannya berbincang dengan Sudrajat di dalam mobil menuju Karawang. Awalnya KDM sempat bertanya tentang domisili Sudrajat.

Diungkap oleh Sudrajat awalnya dia sempat tinggal di Mangga Besar. Namun orang tua Sudrajat menjual rumah tersebut dengan harga Rp 40 juta.

”Saya punya rumah dijual sama orang tua saya (di) Mangga Besar. Dijual Rp 40 juta, tapi saya dikasih Rp 200 ribu. Saya dibohongin orang tua saya,” kata Sudrajat dikutip dari tayangan YouTube KDM, Jumat 30 Januari 2026.

Sudrajat juga meceritakan setelah rumah orang tuanya di Mangga Besar dijual senilai Rp 40 juta. Orang tuanya kemudian membeli sebuah rumah di Cilebut. Namun sayangnya rumah tersebut dijual oleh sang adik tanpa memberikan jatah hasil penjualan rumah itu padanya.

“Buat beli rumah lagi di Cilebut. Dijual sama adek, nggak dapat,” kata dia.

Saat itu KDM juga sempat menanyakan tentang kepemilikan rumahnya. Namun saat itu diungkap Sudrajat dirinya mengontrak rumah di Citayam dengan biaya Rp 850 ribu sebulan.

”Udah punya rumah?,” tanya KDM.

”Ngontrak di Citayam. Sebulan Rp 850 ribu,” kata Sudrajat.

Namun beberapa hari setelahnya saat Sudrajat dan dua anaknya serta ketua RW di kediamannya bertemu KDM. Sebuah fakta baru mengejutkan soal Sudrajat. Jika sebelumnya Sudrajat mengaku mengontrak, tapi ketua RW menyebut Sudrajat memiliki rumah sendiri.

”Nggak pak rumah sendiri, sekarang dapat bantuan Rutilahu sebelum kejadian,” kata Kepala RW.

Mendengar itu, KDM sempat emosi sebab Sudrajat ketahuan berbohong padanya.

”Babeh bilangnya ngontrak, babeh kok bohong sih. Kenapa sih babeh bohong terus?,” kata KDM.

”Minta maaf, minta maaf,” kata Sudrajat.

”Bukan minta maaf, minta maaf. Babeh nggak boleh bohong,” kata KDM tegas.

KDM kemudian menggali informasi lebih lanjut mengenai kepemilikan rumah Sudrajat. Dijelaskan oleh kepala RW itu bahwa rumah yang ditinggali oleh Sudrajat merupakan rumah pemberian dari orang tuanya.

”Jadi babeh itu rumah sendiri?,” tanya KDM.

”Udah hancur,” sahut Sudrajat.

”Tar dulu, urusan ancur ntar dulu. Rumah sendiri? Tanah sendiri?,” tanya KDM ke kepala RW.

”Tanah sendiri dari bapaknya. (Dikasih) rumah pak, dibeli rumah orang tuanya,” jawab Kepala RW.

KDM kemudian kesal lantaran merasa dibohongi oleh Sudrajat. Sebab sebelumnya Sudrajat mengaku kepadanya rumah orang tuanya dijual dan dia tidak mendapatkan uang hasil dari penjualan rumah itu.

”Babeh ngebohong sama saya. Dia bilangnya ke saya dikasih warisan Rp 200 ribu padahal dikasih rumah. Tahun 2007 babehnya beliin rumah di situ? Berapa harga itu?,” tanya KDM.

”Kurang lebih bangsa Rp 35-Rp 40 juta,” jawab Kepala RW.

”Babeh kemarin bilang ya kan hanya kebagian Rp 200 ribu dijual Rp 40 juta. Babeh nggak boleh. Maksud saya babe nggak boleh bohong,” kata KDM keras.

”Minta maaf minta maaf,” kata Sudrajat.

KDM sendiri terdengar kecewa dengan kebohongan yang disampaikan Sudrajat. Dia sendiri mengaku kecewa lantaran Sudrajat sudah menjelekkan nama baik orang tuanya sendiri.

”Saya nggak masalah tapi berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya udah kasih rumah, sama babe dibilangnya nggak dikasih Cuma dikasih Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor dijual adeknya babeh nggak dikasih, gitu loh,” kata KDM.

KDM juga meminta penjelasan lebih lanjut kepada kepala RW terkait dengan kepemilikan rumah Sudrajat. Dijelaskan oleh Kepala RW itu orang tuanya sudah memberikan Sudrajat rumah sejak tahun 2007. Rumah tersebut kemudian ditempati Sudrajat dan istri serta ketiga anak-anaknya.

”Sebenarnya dibeliin rumah sama orang tuanya tahun 2007. Setelah dibelikan dia tinggal di situ sama istrinya pak, waktu itu anaknya masih 3 kecil-kecil. Setelah diberikan orang tuanya udah nggak kontrol-kontrol pak, sudah dibelikan tinggal,” kata dia.