KDM dan Pemprov Jabar Percepat TPPAS Legok Nangka, Fasilitas Olah 2.131 Ton Sampah per Hari Segera Dibangun

Ilustrasi sampah., Penyesuaian untuk Percepat Realisasi Proyek, Layani Bandung Raya hingga Garut dan Sumedang, Mampu Olah 2.131 Ton Sampah per Hari, KDM Sebut Jadi Solusi Jangka Panjang, Kejar Financial Close Akhir 2026
Ilustrasi sampah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat realisasi pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka melalui penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Jawa Barat. Kesepakatan tersebut juga memperkuat komitmen antara Pemprov Jawa Barat dan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) bersama Direktur PT JES, Kenichi Ishikawa, pada Jumat, 5 Juni 2026, di Kabupaten Indramayu.

Dalam agenda yang sama, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT JES. Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga menyerahkan Perjanjian Regres kepada PT PII sebagai bagian dari penguatan skema pembiayaan dan penjaminan proyek.

Penyesuaian untuk Percepat Realisasi Proyek

Perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerja sama dilakukan untuk menyesuaikan berbagai aspek teknis, finansial, dan regulasi terbaru yang berkembang dalam proses pelaksanaan proyek.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka berjalan lebih efektif, akuntabel, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat, khususnya di kawasan perkotaan dan wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Melalui pembaruan perjanjian tersebut, seluruh pihak yang terlibat diharapkan memiliki landasan kerja yang lebih kuat untuk mempercepat tahapan pembangunan hingga operasional fasilitas.

Layani Bandung Raya hingga Garut dan Sumedang

TPPAS Regional Legok Nangka dirancang untuk menjadi pusat pengolahan sampah regional yang melayani sejumlah daerah di Jawa Barat.

Wilayah yang akan mendapatkan layanan pengolahan sampah dari fasilitas ini meliputi:

  • Kota Bandung
  • Kabupaten Bandung
  • Kabupaten Bandung Barat
  • Kota Cimahi
  • Kabupaten Garut
  • Kabupaten Sumedang

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi kebutuhan pengelolaan sampah di kawasan metropolitan Bandung Raya sekaligus daerah penyangga yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas pengolahan.

Dengan cakupan layanan yang luas, TPPAS Legok Nangka diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah regional terbesar di Jawa Barat.

Mampu Olah 2.131 Ton Sampah per Hari

Dalam perencanaannya, TPPAS Regional Legok Nangka akan memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 2.131 ton per hari.

Kapasitas tersebut memungkinkan fasilitas ini menangani volume sampah dalam jumlah besar yang berasal dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir, fasilitas ini juga akan menerapkan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Melalui teknologi tersebut, sampah yang masuk tidak hanya diproses untuk mengurangi volume limbah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dapat menghasilkan listrik.

Penerapan teknologi WtE menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan energi berbasis sumber daya alternatif.

KDM Sebut Jadi Solusi Jangka Panjang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan TPPAS Regional Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam sistem pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.

Menurut Dedi, fasilitas tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas.

“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas,” ujar Dedi Mulyadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab persoalan sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem pengolahan sampah regional.

Kejar Financial Close Akhir 2026

Setelah penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerja sama ini, tahapan berikutnya yang akan dilakukan adalah pemenuhan pembiayaan atau financial close.

Proses tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahap konstruksi penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apabila seluruh proses pembiayaan berjalan sesuai target, percepatan pembangunan fisik TPPAS Regional Legok Nangka akan segera dilakukan di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama mitra badan usaha untuk memastikan proyek pengolahan sampah strategis ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah layanan. (LAN)