Shin Tae-yong Ungkap 5 Pemain Terbaik Timnas Indonesia, Ada Asnawi dan Marselino
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY) mengungkap lima pemain terbaik versinya selama menangani Timnas Indonesia sejak 2020 sampai 2025.
Hal tersebut disampaikan Coach Shin saat hadir dalam podcast di kanal YouTube Atta Halilintar yang tayang pada 24 Januari 2026 lalu.
Dalam pernyataan STY secara lugas mengurutkan pemain yang menurutnya memberi dampak paling signifikan di Skuad Garuda. Pilihan tersebut merefleksikan cara dia menilai kontribusi pemain, yang tak selalu identik dengan status klub atau level liga tempat mereka berkarier.
Asnawi Mangkualam dan Shin Tae-yong
Shin Tae-yong menempatkan Jay Idzes di posisi teratas, diikuti Maarten Paes, Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Kevin Diks.
Susunan tersebut langsung menimbulkan pro dan kontra di media sosial lantaran absennya nama-nama yang tengah berkiprah di liga top Eropa, seperti Calvin Verdonk (Lille) dan Emil Audero (Cremonese).
Untuk kasus Emil Audero, absennya kiper yang kini membela US Cremonese relatif dapat dipahami. Audero belum berada dalam skuad Timnas Indonesia pada era kepelatihan STY, sehingga tidak masuk dalam kerangka penilaian yang berbasis pengalaman langsung. Namun, tidak tercantumnya Calvin Verdonk justru memunculkan tanda tanya lebih besar.
Verdonk dikenal sebagai pemain serbabisa yang tampil konsisten di Ligue 1 bersama Lille, mampu mengisi peran bek kiri hingga gelandang. Performanya di level tertinggi sepak bola Prancis membuat banyak pihak menilai ia layak masuk jajaran elite Timnas Indonesia. Namun, STY tampaknya memiliki tolok ukur yang berbeda.
Pilihan terhadap Asnawi Mangkualam menjadi salah satu penegasan arah penilaian tersebut. Mantan pemain PSM Makassar itu berada di posisi keempat, meski kini kariernya tak berada di liga top Eropa.
Asnawi memiliki relasi panjang dengan STY, termasuk dipercaya sebagai kapten Timnas Indonesia dalam rentang 2021 hingga 2024. Keberadaannya mencerminkan nilai kepemimpinan dan loyalitas yang dianggap penting dalam membangun tim nasional.
Kevin Diks juga masuk dalam daftar meski kontribusinya di lapangan relatif terbatas. Bek yang merumput di Eropa itu baru mencatatkan menit bermain singkat saat laga kontra Jepang pada November 2024. Namun, kehadirannya tetap dinilai relevan dalam struktur tim yang dibentuk STY.
Di posisi teratas, Jay Idzes dan Marselino Ferdinan mempertegas status mereka sebagai pemain kunci sepanjang era Shin Tae-yong. Idzes, bek Sassuolo di Serie A, langsung dipercaya mengenakan ban kapten meski belum lama memperkuat Timnas Indonesia. Keputusan tersebut menegaskan kepercayaan penuh STY terhadap karakter dan kepemimpinan sang pemain.
Marselino Ferdinan dan Shin Tae-yong
Sementara itu, Marselino Ferdinan terus menjadi figur sentral di lini serang. Perannya tak hanya soal talenta, tetapi juga kontribusi nyata dalam momen krusial. Salah satu catatan paling menonjol adalah dua golnya yang memastikan kemenangan Timnas Indonesia atas Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika ditarik benang merah, daftar versi STY ini mencerminkan pendekatan yang menempatkan pengalaman bersama, kepemimpinan, dan kontribusi pada situasi penting sebagai faktor utama. Bukan semata-mata reputasi klub atau kasta liga.
Kini, dengan tongkat estafet kepelatihan telah berpindah ke tangan John Herdman, muncul pertanyaan lanjutan: apakah pemain-pemain pilihan Shin Tae-yong akan tetap menjadi fondasi Timnas Indonesia di era baru? Jawabannya belum tentu. Setiap pelatih memiliki filosofi dan prioritas sendiri.