Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

virus, virus Nipah, Surabaya, pencegahan, Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Di tengah berkembangnya situasi global virus Nipah, edukasi mengenai diagnosis yang tepat serta langkah pencegahan yang efektif menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat.

Penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi dan sering kali sulit dikenali pada tahap awal, karena gejalanya menyerupai infeksi saluran pernapasan lain.

Dokter Spesialis Paru dr. Ariani Permatasari, Sp.P (K) menegaskan, virus Nipah tidak dapat dipastikan hanya melalui pengamatan gejala klinis. Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah krusial untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan medis yang tepat.

Pemeriksaan Laboratorium Jadi Penentu Diagnosis

Menurutnya, ketika seorang pasien masuk dalam kategori suspek infeksi virus Nipah, pemeriksaan molekuler harus segera dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus.

“Bila dicurigai seorang pasien dengan kasus suspek atau probable infeksi virus Nipah dapat dilakukan pemeriksaan RNA Nipah Virus," kata dokter Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUD dr Soetomo Surabaya itu kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026) malam.

"Melalui deteksi molekuler seperti pemeriksaan konvensional PCR atau RT-PCR pada usap pernapasan, urine, atau cairan serebrospinal atau Kultur positif Nipah Virus dari usap pernapasan, urin dan cairan serebrospinal,” imbuhnya.

Pemeriksaan PCR atau RT-PCR berfungsi mendeteksi materi genetik virus dari sampel tubuh pasien. Hasil ini menjadi dasar utama dalam menetapkan status infeksi sekaligus menentukan langkah medis lanjutan.

virus, virus Nipah, Surabaya, pencegahan, Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Ilustrasi virus Nipah. Kontak dengan hewan, makanan terkontaminasi, hingga penularan antarmanusia menjadi penyebab infeksi virus Nipah yang berbahaya ini.

Apabila hasil pemeriksaan mengarah pada infeksi virus Nipah, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk seluruh kategori kasus membutuhkan perhatian serius.

“Kasus suspek, probable, dan konfirmasi harus segera dirujuk ke rumah sakit rujukan dan diisolasi untuk selanjutnya diberikan tatalaksana lebih lanjut,” ujar dr. Ariani.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik untuk menyembuhkan virus Nipah. Penanganan medis yang diberikan bersifat simptomatis dan suportif, dengan tujuan membantu tubuh pasien menghadapi infeksi serta meringankan gejala yang muncul.

Untuk itu keberhasilan penanganan virus Nipah sangat bergantung pada kondisi pasien saat pertama kali mendapatkan perawatan. Tingkat keparahan penyakit menjadi faktor utama yang memengaruhi prognosis.

“Prognosis nya tergantung derajat berat penyakit saat datang serta pada orang-orang usia lanjut dan memiliki komorbid bisa memberikan prognosis yg buruk,” sambungnya.

Termasuk kelompok usia lanjut dan pasien dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi, sehingga deteksi dini dan penanganan cepat menjadi sangat penting.

Pencegahan, Langkah Paling Efektif Hadapi Virus Nipah

Untuk itu, karena belum tersedia terapi spesifik, pencegahan menjadi strategi paling efektif dalam menghadapi virus Nipah. 

Dr. Ariani menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

Terutama langkah paling dasarnya untuk menjaga kebersihan tangan secara rutin.

“Membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer) minimal 20-30 detik. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih,” tuturnya.

virus, virus Nipah, Surabaya, pencegahan, Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Ilustrasi cuci tangan. Kebiasaan hidup versih dapat mencegah infeksi cacing.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat cukup yang dapat berperan besar dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Selanjutnya masyarakat juga diimbau menghindari kontak dengan sumber penularan, terutama hewan yang berisiko atau wilayah yang sedang mengalami wabah.

“Tidak berburu atau menangani hewan liar sebagai reservoir virus. Selalu membersihkan kandang dan benda yang mungkin terkontaminasi,” kata dr. Ariani.

Dan aspek lain yang tidak kalah penting adalah keamanan pangan. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan konsumsi yang tidak aman dapat menjadi jalur masuk virus Nipah ke tubuh manusia.

“Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya, karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi. Cuci & kupas buah secara menyeluruh, buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar,” pungkasnya.

Dengan pemahaman yang baik mengenai diagnosis dan langkah pencegahan, ia berharap masyarakat dapat lebih siap dan waspada menghadapi potensi ancaman virus Nipah, meskipun hingga kini Indonesia belum mencatat adanya kasus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang