Mirip Flu, Ini Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai
Kemunculan virus Nipah di wilayah Benggala Barat, India membuat sejumlah negara, termasuk Indonesia, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan lintas negara.
Di Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, sedang memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari luar negeri.
Penguatan pengawasan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hingga skrining penumpang yang diterapkan secara fleksibel mengikuti perkembangan situasi global.
Kepala BBKK Bandara Soetta Naning Nugrahini menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan sejak sebelum keberangkatan penumpang menuju Indonesia.
Maskapai penerbangan diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan awal di negara asal sekaligus memastikan kondisi kesehatan setiap pelaku perjalanan udara sebelum terbang.
Setibanya di Tanah Air, pelaku perjalanan tetap berada dalam pengawasan. Apabila ditemukan indikasi gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, maka penanganan akan dilakukan sesuai pedoman kesehatan yang berlaku.
"Kemudian dari situ dalam 21 hari terakhir kita cek ke negara mana saja. Nah, berdasarkan isi itu sebelum terbang, maka kami nanti bisa melakukan rangkuman atau bisa mengetahui profil kesehatan daripada setiap pesawat yang akan turun ke Indonesia," jelas Naning, dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Lalu, apa saja gejala virus Nipah dan bagaimana cara mencegah penularannya?
Gejala Virus Nipah Mirip Flu
Penyakit Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.
Virus ini dapat menular dari hewan ke manusia dengan kelelawar buah dari famili Pteropodidae sebagai inang alaminya.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, Kamis (5/10/2023), virus Nipah termasuk dalam kelompok virus RNA.
Kelompok virus tersebut dapat memicu pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, tingkat keparahan infeksi virus Nipah membuatnya dikategorikan sebagai ancaman serius.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.
Risiko juga meningkat melalui konsumsi daging hewan terinfeksi, terutama jika tidak dimasak hingga matang sempurna.
Virus Nipah juga dapat menular antarmanusia, terutama melalui kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, khususnya saat pasien menghasilkan banyak cairan tubuh.
Masa inkubasi virus Nipah berkisar 4–14 hari. Gejala awal kerap menyerupai flu, sehingga sering luput dikenali.
Gejala virus Nipah sekilias mirip flu, namun penyakit ini sama sekali tidak boleh diremehkan.
Berikut gejala virus Nipah:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Muntah
- Kesulitan menelan.
Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi peradangan otak (ensefalitis).
Gejala ensefalitis meliputi kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, disorientasi, hingga perubahan suasana hati.
Dalam kasus berat, infeksi virus Nipah dapat berujung pada kematian.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah dengan Jaga Kebersihan
Upaya pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan virus Nipah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, seperti kelelawar dan babi
- Mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
- Menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran atau urine hewan
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
- Memastikan daging hewan dimasak hingga matang dan tidak dikonsumsi mentah
Itulah beberapa gejala yang ditimbulkan jika terjangkit virus Nipah beserta cara mencegahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang