Gejala Infeksi Virus Nipah, Terkadang Mirip Gejala Flu

virus Nipah, infeksi virus Nipah, gejala infeksi virus Nipah, Gejala Infeksi Virus Nipah, Terkadang Mirip Gejala Flu

Belakangan, virus Nipah kembali menjadi sorotan selepas ada peningkatan kasus di India.

India bergerak cepat mengendalikan wabah virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India Timur, setelah dua kasus dikonfirmasi oleh kementerian kesehatan federal.

Dilansir dari The Independent, hampir 200 orang telah dikarantina setelah teridentifikasi kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Kementerian menyatakan bahwa seluruhnya tidak menunjukkan gejala dan hasil tes virus Nipah negatif.

Namun, kasus di Benggala Barat tersebut memicu kekhawatiran di berbagai negara Asia, dengan sejumlah negara menerapkan pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara, mirip protokol saat pandemi Covid-19.

Outbreak kecil lebih bahaya

Menurut pemberitaan , Kamis (29/1/2026), infeksi virus Nipah dinilai lebih berbahaya ketika muncul dalam bentuk outbreak kecil dibandingkan wabah besar yang mudah terdeteksi.

Epidemiolog dan ahli penyakit infeksi dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut karakter Nipah yang kerap muncul secara senyap, dengan tingkat kematian tinggi, membuat infeksinya berisiko luput dari kewaspadaan sejak awal.

Dicky mengungkap, infeksi virus Nipah sering tidak terdeteksi karena tidak selalu memicu lonjakan kasus besar.

Namun, justru kasus kecil yang mematikan, menjadi ancaman utama bagi sistem kesehatan.

"Nipah itu tidak selalu harus wabah besar. Justru berbahaya karena sering senyap," kata Dicky.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat Nipah sulit terdeteksi sejak awal, terutama ketika gejala awal menyerupai penyakit umum dan tidak memicu kewaspadaan khusus.

Gejala sering mirip flu

Dilansir dari UK Health Security Agent, infeksi virus Nipah (NiV) sering kali diawali dengan gejala yang tidak spesifik, sehingga menyulitkan deteksi dini.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masa inkubasi umumnya diperkirakan berkisar empat hingga 21 hari, meskipun dalam kasus langka pada wabah sebelumnya dilaporkan adanya jeda yang lebih panjang antara paparan dan timbulnya penyakit.

Pasien biasanya mengalami penyakit mirip flu secara mendadak, yang ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Dalam beberapa kasus, muncul pula gejala pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau pneumonia, meskipun waktu kemunculan dan tingkat keparahannya dapat sangat bervariasi.

Komplikasi paling serius sekaligus menjadi ciri utama infeksi Nipah adalah peradangan otak (ensefalitis).

Gejala neurologis, termasuk kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, atau koma, biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gejala awal penyakit.

Dicukil dari BBC, ini gejala infeksi virus Nipah pada umumnya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan

Beberapa orang juga memiliki gejala lanjutan seperti pusing, hilang kesadaran atau fokus menurun, radang otak, pneumonia, atau gangguan pernapasan akut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang