Kemenekraf Tegaskan Pentingnya Pendidikan untuk Kembangkan Industri Kopi Indonesia
Industri kopi Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya minum kopi. Dalam beberapa tahun terakhir, gaya hidup “ngopi” tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bagian dari tren sosial dan ekonomi kreatif.
Kedai kopi tumbuh di berbagai kota, dari kafe modern hingga warung kopi tradisional. Fenomena ini juga memperlihatkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap cita rasa dan proses pembuatan kopi, mulai dari pemilihan biji, teknik penyeduhan, hingga estetika penyajiannya. Industri kopi pun menjadi ruang bertemunya kreativitas, budaya, dan ekonomi.
Di tengah geliat tersebut, Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang populer dan diakui dunia. Kopi Arabika Gayo dari Aceh terkenal dengan aroma lembut dan keasamannya yang seimbang.
Sementara itu, Kopi Toraja dari Sulawesi menawarkan cita rasa khas dengan nuansa rempah dan cokelat yang kuat.
Kopi Kintamani dari Bali dikenal dengan karakter buah-buahan tropisnya, sedangkan Kopi Mandailing dari Sumatra memiliki kepekatan dan kekayaan rasa yang kompleks. Selain itu, Kopi Robusta Lampung menjadi primadona untuk penikmat rasa pahit klasik.
Keanekaragaman ini menunjukkan betapa luasnya potensi kopi Nusantara untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang diwakili oleh Bapak Andy Ruswar, Direktur Kuliner, menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan, pertanian, dan ekonomi kreatif untuk menciptakan ekosistem keberlanjutan yang kuat bagi industri kopi dan pangan Indonesia. Dua universitas mitra, Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata, juga menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi memperkuat transfer ilmu dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Roemah Koffie percaya bahwa setiap cangkir kopi yang kita nikmati hari ini dimulai dari pengetahuan dan tangan-tangan muda di ladang,” ujar CEO Roemah Koffie, Felix TJ, dalam acara Jakarta Coffee Week 2025, di ICE BSD City, Minggu 2 November 2025.
“Melalui kolaborasi dengan Yayasan JHL Merah Putih Kasih dan universitas mitra, kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan kopi Indonesia dimulai dari pendidikan. Kami tidak hanya berbicara tentang rasa kopi, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan nilai hidup bisa menumbuhkan masa depan yang lebih baik bagi petani muda," sambungnya.
Ia juga menambahkan bahwa program Seribu Sarjana Pertanian merupakan perpanjangan dari semangat Roemah Koffie Academy, yang selama ini aktif menyelenggarakan kompetisi latte art, pelatihan barista, dan workshop kopi di berbagai daerah.
“Edukasi adalah inti dari budaya kopi yang berkelanjutan. Kopi yang hebat tumbuh dari pendidikan yang baik," kata Felix.
Langkah kolaboratif antara pemerintah, pelaku industri, dan dunia pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbaik dunia sekaligus menciptakan generasi muda yang berdaya saing tinggi di sektor kreatif berbasis kopi.