Seberapa Berbahaya Virus Nipah yang Tengah Mewabah di India?

Virus Nipah, Seberapa Berbahaya Virus Nipah yang Tengah Mewabah di India?, Gejala terinfeksi virus Nipah, Seberapa mematikan virus Nipah?, Bagaimana virus Nipah menyebar?, Apakah ada obatnya?, Bagaimana mencegah penularannya?

 India bergerak cepat untuk menekan wabah virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India timur, setelah lima kasus terkonfirmasi, termasuk dokter dan perawat yang ikut terinfeksi.

Hampir 100 orang diminta menjalani karantina mandiri, sementara pasien yang terinfeksi dirawat di rumah sakit di dalam dan sekitar ibu kota negara bagian, Kolkata, menurut laporan media lokal.

Diberitakan The Independent, satu pasien dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Nipah merupakan virus mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat dan dikategorikan sebagai patogen berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Virus ini bukanlah patogen baru dalam dunia virologi. Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1998 saat terjadi wabah penyakit di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Di tahun 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pernah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait virus Nipah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat mobilitas global yang tinggi serta potensi penularan lintas negara.

Lantas, seberapa berbahaya virus Nipah?

Gejala terinfeksi virus Nipah

Infeksi virus nipah (NiV) umumnya diawali dengan gejala tidak spesifik, sehingga sulit dideteksi sejak dini.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), masa inkubasi umumnya berkisar empat hingga 21 hari, meski pada kasus langka dalam wabah sebelumnya pernah dilaporkan jeda yang lebih panjang antara paparan dan timbulnya penyakit.

Pasien biasanya mengalami penyakit mirip flu secara tiba-tiba, ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Pada sebagian kasus, muncul pula gejala pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau pneumonia, dengan waktu kemunculan dan tingkat keparahan yang sangat bervariasi.

Komplikasi paling serius dan khas dari infeksi Nipah adalah peradangan otak (ensefalitis). Gejala neurologis, termasuk kebingungan, perubahan kesadaran, kejang, atau koma, biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gejala awal.

Sebagian pasien juga dapat mengalami meningitis.

Seberapa mematikan virus Nipah?

Virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi, dengan angka fatalitas antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis strain virus yang terlibat.

Penyintas dapat mengalami dampak neurologis jangka panjang, seperti kejang berulang atau perubahan kepribadian, menurut pembaruan dari UK Health Security Agency.

Dalam kasus langka, ensefalitis dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik akibat kekambuhan maupun reaktivasi virus.

Bagaimana virus Nipah menyebar?

Virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia serta antarmanusia.

Pembawa alami utamanya adalah kelelawar pemakan buah (Pteropus).

Manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan kelelawar atau hewan lain yang terinfeksi, atau dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau feses kelelawar.

Penularan antarmanusia juga telah dilaporkan, terutama melalui kontak dekat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Apakah ada obatnya?

Virus Nipah, Seberapa Berbahaya Virus Nipah yang Tengah Mewabah di India?, Gejala terinfeksi virus Nipah, Seberapa mematikan virus Nipah?, Bagaimana virus Nipah menyebar?, Apakah ada obatnya?, Bagaimana mencegah penularannya?

Ilustrasi Kenapa Virus Nipah Mematikan? Ini Gejala dan Cara Penularannya

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1999 setelah terjadi wabah ensefalitis dan gangguan pernapasan di kalangan peternak babi dan orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan babi terinfeksi di Malaysia dan Singapura.

Peristiwa ini menegaskan NiV sebagai patogen zoonosis serius yang mampu menular dari hewan ke manusia.

Sejak itu, wabah berulang tercatat di Asia Selatan. Wilayah India timur laut dan beberapa distrik di Bangladesh melaporkan kasus, dengan Bangladesh mengalami wabah hampir setiap tahun sejak 2001.

Di India selatan, negara bagian Kerala melaporkan wabah Nipah pertamanya pada 2018, diikuti kasus sporadis pada tahun-tahun berikutnya.

Di luar Asia Selatan, infeksi juga dilaporkan di Filipina, dengan penyelidikan menunjukkan penyebabnya adalah virus Nipah atau strain mirip Nipah.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus yang terbukti efektif untuk infeksi virus Nipah, serta belum ada vaksin yang disetujui untuk pencegahan.

Perawatan pasien bersifat suportif, berfokus pada penanganan gejala dan komplikasi yang muncul.

Virus ini masuk dalam daftar patogen prioritas WHO dalam Research and Development Blueprint, yang mengidentifikasi ancaman epidemi yang memerlukan penelitian mendesak.

Bagaimana mencegah penularannya?

Orang yang menangani hewan sakit, jaringan hewan, atau saat penyembelihan, perlu menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung.

Kontak dengan babi terinfeksi harus diminimalkan, dan peternakan babi di wilayah dengan populasi kelelawar perlu melindungi pakan dan kandang dari paparan kelelawar.

Hindari kontak dekat tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi Nipah.

Cuci tangan secara rutin setelah merawat atau mengunjungi orang sakit sangat penting untuk mencegah penyebaran virus.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang