Lula Lahfah Sempat Idap ISK Sebelum Meninggal, Kenali Penyebab dan Risiko yang Perlu Anda Waspadai
Kabar meninggalnya influencer dan selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para pengikutnya di media sosial. Kepergian Lula yang terjadi secara mendadak mengejutkan publik, terlebih karena semasa hidupnya ia sempat terbuka mengenai kondisi kesehatan yang sedang ia alami.
Unggahan lama di media sosial kembali disorot, di mana Lula mengaku pernah mengalami sejumlah gangguan kesehatan sebelum berpulang. Salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK).
Kondisi tersebut ia sampaikan secara terbuka melalui media sosial, bersamaan dengan keluhan kesehatan lain yang dialaminya. Hal ini membuat publik semakin menyadari bahwa penyakit yang kerap dianggap ringan dapat berdampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat dan berkelanjutan.
Infeksi saluran kemih sendiri merupakan gangguan kesehatan yang cukup umum terjadi, namun masih sering diabaikan. Padahal, dalam kondisi tertentu, ISK dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, terutama jika infeksi menyebar ke ginjal atau terjadi berulang dalam waktu singkat.
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada sistem urin, meliputi uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.
Gejala ISK dapat berupa nyeri saat buang air kecil, rasa terbakar, sering ingin buang air kecil, urine keruh, hingga nyeri di perut bagian bawah.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Berikut ini adalah beberapa penyebab infeksi saluran kemih berdasarkan rujukan medis internasional yang perlu Anda ketahui:
1. Infeksi bakteri Escherichia coli
Mayoritas kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang berasal dari usus besar. Bakteri ini dapat berpindah ke saluran kemih melalui area genital.
2. Kurangnya asupan cairan
Kurang minum air putih membuat urine menjadi lebih pekat dan memperlambat proses pembuangan bakteri dari saluran kemih.
3. Menahan buang air kecil terlalu lama
Kebiasaan menunda buang air kecil memungkinkan bakteri bertahan lebih lama di kandung kemih dan meningkatkan risiko infeksi.
4. Aktivitas seksual
Hubungan seksual dapat memicu perpindahan bakteri ke uretra, terutama jika kebersihan area intim tidak dijaga dengan baik.
5. Sistem kekebalan tubuh melemah
Kondisi seperti kelelahan ekstrem, stres berkepanjangan, atau penyakit tertentu dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga infeksi lebih mudah terjadi.
6. Penggunaan alat medis tertentu
Pemakaian kateter urine dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri ke saluran kemih.
Risiko Komplikasi ISK
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi saluran kemih dapat berkembang menjadi infeksi ginjal, menyebabkan demam tinggi, nyeri hebat di punggung, hingga risiko kerusakan ginjal. ISK yang berulang juga dapat memperburuk kualitas hidup penderitanya dan memicu masalah kesehatan lain.
Sebab itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini, menjaga pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera berkonsultasi ke tenaga medis merupakan langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih serius. Perhatian terhadap kesehatan diri sendiri adalah bentuk kepedulian yang tidak bisa ditunda.