Apa Itu Floaters Pada Mata? Kenali Penyebab dan Gejalanya
Fenomena melihat bayangan kecil yang melayang di dalam pandangan sering kali dialami banyak orang, terutama saat menatap langit cerah atau berada di ruangan dengan pencahayaan terang.
Kondisi ini dikenal sebagai floaters. Meski kerap dianggap sepele, floaters dapat menjadi tanda adanya perubahan pada kondisi mata yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Scroll lebih lanjut yuk!
Floaters merupakan bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang tampak “mengambang” dan “melayang-layang” di area pandang. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan sering kali mengganggu fokus penglihatan seseorang. Banyak orang mengalaminya tanpa menyadari penyebab yang mendasari.
Menurut Dokter Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, Sp.M, fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan struktur di dalam bola mata.
“Sebenarnya floaters adalah gumpalan di dalam bola mata. Jadi di dalamnya ada cairan, tapi nggak kayak air gitu. Cairannya kental kayak gel. Seiring bertambah usia, gelnya semakin cair. Dia nggak jernih, tapi jadi gumpalan yang bentuknya bisa macam-macam, berupa titik-titik atau seperti benang. Kalau posisinya di tengah jalan masuk cahaya, akan terlihat,” jelas Dokter Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, Sp.M, di Jakarta, Selasa 14 April 2026.
Secara anatomi, mata memiliki vitreus, yaitu gel bening yang terletak di antara bagian depan dan belakang mata. Vitreus berfungsi menjaga bentuk bola mata sekaligus membantu menyalurkan cahaya ke retina.
Pada kondisi normal, cahaya akan melewati kornea, lensa, dan vitreus sebelum akhirnya mencapai retina. Namun, jika terjadi gangguan pada vitreus, maka bayangan yang dikenal sebagai floaters dapat muncul.
Gangguan pada vitreus ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti proses penuaan, perdarahan di dalam mata, peradangan pada bagian belakang mata, robekan retina, hingga kondisi yang lebih serius seperti tumor mata atau efek samping prosedur medis pada mata.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala yang muncul agar dapat segera melakukan pemeriksaan jika diperlukan.
Gejala floaters umumnya ditandai dengan munculnya titik-titik kecil berwarna hitam atau abu-abu yang terlihat melayang.
Selain itu, beberapa orang juga melihat bentuk seperti garis, benang, cacing, atau jaring laba-laba. Ciri khas lainnya adalah bayangan tersebut akan bergerak mengikuti arah gerakan mata dan sering kali lebih jelas terlihat saat melihat latar belakang terang, seperti dinding putih.
Dalam beberapa kasus, bayangan tersebut dapat perlahan menghilang, tetapi tidak menutup kemungkinan muncul kembali.
Meski sering dikaitkan dengan proses penuaan dan tergolong normal, floaters tetap dapat memengaruhi kualitas hidup.
“Sebenarnya nggak bahaya, apalagi kalau cuma sedikit. Tapi pasti mengganggu, kesannya penglihatan kayak nggak jernih, ada yang halangin. Untuk kualitas hidup pasti terganggu,” katanya.
Para ahli menyarankan agar masyarakat tetap waspada, terutama jika floaters muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, disertai kilatan cahaya, atau penurunan penglihatan. Pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada gangguan serius yang mendasari kondisi tersebut.
Dengan memahami penyebab dan gejalanya, masyarakat diharapkan dapat lebih peka terhadap kesehatan mata dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang muncul. Floaters mungkin tampak ringan, tetapi dalam beberapa kasus, bisa menjadi petunjuk adanya masalah yang lebih serius pada organ penglihatan.