Sering Mengantuk Setelah Makan? Kenali Penyebab Food Coma
Pernah merasa sangat mengantuk setelah makan besar, terutama saat perayaan atau makan malam berat?
Kondisi ini dikenal sebagai food coma atau dalam istilah medis disebut postprandial somnolence. Meski terdengar serius, kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan tidak berbahaya.
Namun, memahami penyebabnya dapat membantu kamu mengelola pola makan, agar tidak merasa lemas setelah makan.
Apa itu food coma?
Food coma adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat lelah, mengantuk, atau bahkan tertidur setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Ahli gizi Kristen Carli menjelaskan, kondisi ini memiliki penjelasan ilmiah dan bukanlah koma dalam arti medis.
“Ini bukan kondisi koma medis yang menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran total. Food coma hanya menyebabkan rasa lelah yang intens hingga memicu keinginan untuk tidur,” jelasnya, seperti dikutip Real Simple, Kamis (19/3/2026).
Food coma merupakan respons alami tubuh terhadap proses pencernaan dan perubahan biologis setelah makan.
Apa penyebab food coma?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami food coma. Umumnya, kondisi ini dipicu oleh kombinasi proses biologis dalam tubuh setelah makan besar. Berikut penjelasan penyebabnya.
1. Proses pencernaan mengalihkan aliran darah
Salah satu penyebab utama food coma adalah proses pencernaan itu sendiri.
Setelah makan dalam jumlah besar, tubuh akan mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan. Menurut Carli, hal ini berdampak pada sistem tubuh lainnya.
“Ketika kamu makan dalam jumlah besar, tubuh mengarahkan banyak aliran darah ke sistem pencernaan untuk memecah makanan,” jelasnya.
“Hal ini mengalihkan darah dari sistem lain, termasuk otak, yang dapat menyebabkan rasa lelah,” tambah dia
Akibatnya, otak menerima pasokan darah yang relatif lebih sedikit, sehingga memicu rasa kantuk dan penurunan energi.
2. Lonjakan dan penurunan gula darah
Makanan tinggi karbohidrat juga berperan besar dalam memicu food coma. Setelah makan, kadar gula darah akan meningkat dengan cepat.
Namun, peningkatan ini biasanya diikuti dengan penurunan drastis, yang membuat tubuh merasa lemas.
“Porsi makan besar, terutama yang tinggi karbohidrat, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat,” ujar Carli.
Ketika gula darah turun kembali, tubuh merespons dengan rasa lelah yang signifikan, sehingga Anda merasa mengantuk.
3. Perubahan hormon dalam tubuh
Selain gula darah, hormon juga memainkan peran penting dalam menyebabkan food coma.
Setelah makan, tubuh melepaskan hormon tertentu yang memengaruhi sistem pencernaan dan rasa kenyang. Salah satunya adalah hormon cholecystokinin (CCK).
“CCK mengatur nafsu makan dan pencernaan. Hormon ini memperlambat pergerakan makanan dari lambung ke usus kecil,” ungkap Carli.
Proses ini membuat tubuh berada dalam kondisi lebih santai, yang pada akhirnya memicu rasa kantuk dan lemas.
4. Produksi serotonin yang meningkat
Kombinasi makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga dapat memicu reaksi kimia di dalam tubuh yang meningkatkan rasa kantuk.
Ahli gizi Valerie Agyeman menjelaskan, proses ini melibatkan hormon insulin dan zat kimia di otak.
“Ketika kamu mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak, hal itu dapat memicu pelepasan insulin,” jelasnya.
Insulin membantu memindahkan gula dari darah ke sel tubuh, tetapi juga meningkatkan produksi triptofan di otak.
Triptofan kemudian meningkatkan kadar serotonin, yaitu zat yang berperan dalam suasana hati dan tidur.
Menurut Agyeman, peningkatan serotonin inilah yang membuat tubuh menjadi lebih rileks.
“Kadar serotonin yang meningkat membuat tubuh menjadi lebih tenang dan memicu rasa mengantuk,” ujarnya.
Perlukah khawatir dengan food coma?
Secara umum, food coma bukan kondisi yang berbahaya. Namun, jika terjadi terlalu sering, hal ini bisa menjadi tanda pola makan yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan berlebihan atau tinggi gula.
Untuk mencegahnya, kamu bisa mencoba makan dalam porsi lebih kecil, mengurangi makanan tinggi karbohidrat sederhana, serta tetap aktif setelah makan.
Dengan memahami penyebab food coma, kamu dapat mengatur pola makan yang lebih seimbang agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang