Organ Intimnu Terasa Sakit? Ini 8 Jenis Nyeri yang Perlu Pria Waspadai dan Penyebabnya
Pernah merasa sakit yang tidak jelas di sekitar area organ intimmu? Rasa sakit ini jelas bukan hal yang menyenangkan tapi di sisi lain, rasa sakit di area vital tersebut juga tidak selalau berarti sesuatu yang buruk.
Penis adalah organ yang unik, rumit, dan terkadang cukup sensitif. Di dalamnya terdapat bagian-bagian yang cukup rapuh, padahal fungsinya sangat penting bagi tubuh mulai dari buang air kecil, ereksi, hingga ejakulasi. Lantaran fungsinya vital, ada banyak hal yang bisa saja bermasalah. Jadi, kalau kamu merasa ada yang tidak beres, jangan diabaikan. Menjaga kesehatan penis itu penting.
Belum lagi dampaknya pada orang lain. Misalnya, jika kamu mengalami infeksi menular seksual dan tidak segera ditangani, bukan hanya kesehatanmu yang terancam, tapi juga kesehatan pasanganmu.
Lantas mengapa alat vitalmu bisa terasa sakit? Melansir laman Mens Health, Selasa 3 Februari 2026 berikut 8 jenis nyeri yang paling umum beserta kemungkinan penyebabnya.
1. Kenapa ujung organ intimu terasa sakit?
Rasanya: perih atau nyeri tajam di ujung penis.
Penyebabnya: bisa jadi hanya karena sabun atau sampo yang masuk ke lubang penis. Biasanya iritasi terasa segera, tapi kadang baru muncul saat buang air kecil. Jika tidak hilang dalam satu-dua hari, bisa menandakan infeksi menular seksual, apalagi bila disertai cairan berwarna putih atau kehijauan. Batu ginjal juga bisa jadi penyebab, biasanya disertai nyeri di perut bawah.
Solusinya: tunggu beberapa hari. Jika nyeri tak kunjung reda atau makin parah, segera periksa ke dokter.
2. Kenapa skrotum terasa nyeri?
Rasanya: nyeri tumpul dan berat, biasanya muncul setelah mengangkat beban berat, berdiri lama, atau aktivitas fisik berat, dan mereda saat berbaring.
Penyebabnya: varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di skrotum yang membuat testis terasa hangat dan nyeri. Kondisi ini juga bisa mengganggu produksi sperma dan testosteron.
Solusinya: periksa ke dokter sesegera mungkin, meski tidak perlu panik ke IGD.
3. Kenapa ereksi terasa sakit?
Rasanya: ereksi yang tak kunjung hilang dan sangat nyeri.
Penyebabnya: priapismus, yaitu gangguan aliran darah keluar dari penis saat ereksi. Darah yang terjebak akan kekurangan oksigen dan menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini sering terjadi akibat mencampur obat disfungsi ereksi dengan narkoba.
Solusinya: segera ke IGD. Ini darurat.
4. Kenapa testis terasa sangat sakit?
Rasanya: nyeri tajam yang terus-menerus, bisa disertai mual atau muntah.
Penyebabnya: torsi testis, yaitu testis terpuntir sehingga aliran darah terhenti. Jika tidak segera ditangani, testis bisa rusak permanen.
Solusinya: langsung ke IGD. Setiap menit sangat berharga.
5. Kenapa bagian atas skrotum terasa nyeri?
Rasanya: nyeri atau sensitif di bagian atas skrotum, dekat pangkal penis, bisa makin parah dan disertai bengkak atau kemerahan.
Penyebabnya: epididimitis, yaitu infeksi pada epididimis. Pada pria muda biasanya disebabkan IMS (Infeksi Menular Seksual), sementara pada usia lebih tua umumnya karena infeksi bakteri.
Solusinya: segera periksa ke dokter.
6. Kenapa terasa perih saat buang air kecil?
Rasanya: nyeri tajam saat buang air kecil.
Penyebabnya: bisa disebabkan infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, atau dalam kasus jarang, kanker kandung kemih.
Solusinya: periksa ke dokter secepatnya.
7. Kenapa lengkungan penis terasa sakit?
Rasanya: nyeri saat ereksi atau berhubungan seksual, kadang disertai bunyi “pop” atau “snap”.
Penyebabnya: penyakit Peyronie, akibat jaringan parut yang membuat penis melengkung.
Solusinya: periksa ke dokter. Kebanyakan kasus ringan, tapi jika lengkungannya parah, dokter bisa menyarankan obat, suntikan, atau operasi.
8. Kenapa kulup penis sakit?
Rasanya: kulup terasa kencang dan/atau bengkak.
Penyebabnya: paraphimosis, yaitu kondisi saat kulup tidak bisa kembali ke posisi semula setelah ditarik ke belakang. Ini bisa menghambat aliran darah dan berbahaya jika dibiarkan.
Solusinya: segera ke IGD. Dokter akan menangani secara manual atau, dalam kasus berat, melakukan tindakan medis darurat.