John Herdman Dorong Perubahan Pola Pikir Timnas Indonesia, Bahas Mindset Pionir
John Herdman menilai perubahan pola pikir menjadi fondasi Timnas Indonesia untuk mengejar mimpi besar.
Momentum ini hadir ketika Timnas Indonesia baru menyelesaikan rangkaian perjuangan menuju Piala Dunia 2026.
Herdman menekankan pembentukan mental sebagai langkah awal sebelum membahas aspek taktikal. Ia ingin ruang ganti kembali menyatu agar arahan teknis dapat diterima dengan baik.
Melalui proses bertahap, pelatih dapat menuntun pemain menuju arah pengembangan yang jelas dan terukur.
Mindset Pionir sebagai Modal Pemain
Menurut John Herdman, pola pikir pionir perlu dimiliki setiap pemain Timnas Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa dorongan untuk menjadi yang pertama merupakan naluri manusia dan bisa menjadi sumber energi besar.
“Saya pikir, sebagai titik awal, itu adalah mindset pionir,” kata pelatih Timnas Indonesia itu, dilansir dari BolaSport.com.
“Saya pikir kita semua memiliki kesempatan untuk menjadi yang pertama dalam sesuatu.”
Konsep ini dinilai penting agar pemain terus berusaha dan menerima hasil dari setiap pengorbanan.
John Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) di Hotel Mulia, Jakarta.
Herdman memandang visi jangka panjang sebagai bagian dari pembentukan mental.
Pemain diminta memiliki gambaran menatap Piala Dunia hingga Olimpiade. Ia juga menekankan bahwa menjadi yang pertama membawa tanggung jawab tersendiri.
“Menjadi yang pertama di keluarga Anda yang meraih Piala Dunia. Atau lolos ke Olimpiade,” ujarnya.
“Konsep ini, bahwa nama keluarga saya belum pernah mencapai hal-hal tersebut sebelumnya, telah menjadi motivator besar.”
Dorongan Internal untuk Menembus Batas
Di Timnas Indonesia, Herdman ingin setiap pemain memiliki mimpi menembus berbagai rintangan.
Target jangka panjang mencakup kemampuan bersaing melawan tim kuat dan melangkah lebih jauh di level internasional. Proses tersebut memerlukan tahapan yang konsisten dan kesabaran.
Herdman kembali menegaskan kekuatan motivasi internal. “Menjadi orang pertama yang meraih medali berturut-turut di Olimpiade.”
“Menjadi orang pertama yang mengalahkan Amerika Serikat, menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalahkan Jepang, mengalahkan lawan Eropa, dan lolos ke Piala Dunia.”
Ia percaya dorongan dari dalam diri dapat membawa perubahan besar.
“Pola pikir pionir ini dalam menembus batas baru telah sangat membantu saya karena secara alami manusia ingin menjadi yang pertama dalam hal-hal tertentu,” katanya.
“Mereka ingin menjadi pionir, tetapi terjebak dalam pola pikir melakukan hal-hal yang sama berulang kali.”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang