Pengamat Nilai John Herdman Dianggap Paket Lengkap untuk Timnas Indonesia

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia bukan sekadar keputusan berbasis reputasi internasional. Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai pelatih asal Inggris itu memenuhi seluruh kriteria yang selama ini dicari Indonesia untuk mengejar mimpi tampil di Piala Dunia.

Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih tim Garuda pada Sabtu 3 Januari 2026. Tiga hari setelah tiba di Tanah Air, ia menjalani jumpa pers perdana di Jakarta, Selasa 13 Januari. Penunjukan tersebut langsung memantik diskusi luas, termasuk dari kalangan pengamat.

Menurut Kusnaeni, atau yang akrab disapa Bung Kus, PSSI membutuhkan lebih dari sekadar pelatih dengan nama besar untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh di level global.

“Pemilihan Herdman adalah keputusan yang tepat. Untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 kita memang butuh lebih dari sekadar pelatih timnas,” ujar Bung Kus, Rabu 14 Januari 2026 dikutip Antara.

Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni

Penilaian itu bukan tanpa dasar. Herdman memiliki rekam jejak nyata membawa sebuah negara menembus Piala Dunia. Selama lima tahun menangani timnas Kanada, ia sukses mengantar negara tersebut tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Pengalaman Herdman juga tidak terbatas di sepak bola putra. Di sektor putri, ia pernah membawa Selandia Baru tampil di Piala Dunia Wanita 2007 di China dan 2011 di Jerman. Bersama timnas putri Kanada, Herdman bahkan mampu melangkah hingga perempat final Piala Dunia Wanita 2015 saat Kanada menjadi tuan rumah, sebelum dihentikan Inggris.

“Herdman memenuhi kriteria itu. Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama timnas Kanada putra maupun putri,” tambah Bung Kus.

Lebih jauh, Bung Kus menilai kekuatan utama Herdman bukan hanya pada deretan prestasi, melainkan pada kemampuannya membangun sistem sepak bola secara menyeluruh.

“Lebih dari sekadar berprestasi, Herdman juga seorang konseptor yang baik. Itu tercermin dari cara dia membangun sepak bola Kanada dengan berbagai proyek yang mampu mengangkat negara itu masuk jajaran elite di Amerika Utara, bahkan dunia,” ujarnya.

Filosofi sepak bola yang dibawa John Herdman dinilai sejalan dengan kebutuhan timnas Indonesia saat ini. Menurut Bung Kus, pendekatan Herdman menitikberatkan pada pengembangan potensi pemain lokal yang kemudian dikombinasikan dengan perekrutan pemain berkualitas dari berbagai sumber.

Keyakinan Bung Kus terhadap kapasitas Herdman juga diperkuat oleh adanya sejumlah kemiripan antara kondisi sepak bola Indonesia saat ini dengan Kanada beberapa tahun sebelum tampil di Piala Dunia. Meski mengakui perbedaan kultur dan lingkungan, ia menilai kedua negara menghadapi tantangan yang relatif serupa, terutama dalam hal infrastruktur pembinaan, kualitas kompetisi liga, serta keterbatasan sumber daya manusia di bidang sepak bola.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian asisten Herdman, Cesar Meylan, yang sebelumnya menyebut Indonesia berada pada situasi yang mirip dengan Kanada sekitar empat hingga lima tahun sebelum tampil di Piala Dunia 2022.

Dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun, Herdman memikul ekspektasi besar, yakni membawa Indonesia bersaing di level dunia, dengan Piala Dunia 2030 sebagai sasaran realistis terdekat setelah kegagalan di edisi 2026.

Bagi Bung Kus, keberhasilan proyek ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi visi, sinergi antar kelompok usia, serta dukungan penuh dari seluruh ekosistem sepak bola nasional.