Banjir Melanda Bandar Lampung, BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 11 Januari 2026

Bandar Lampung, banjir, Banjir Melanda Bandar Lampung, BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 11 Januari 2026

Pada Kamis (8/1/2026), Bandar Lampung diterjang banjir setelah hujan deras berlangsung dari sore hingga malam.

Dilaporkan, hampir seluruh wilayah permukiman di Kota Bandar Lampung dilanda banjir.

Diduga, banjir terjadi akibat sistem drainase yang tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi jalan juga permukiman.

Dari pantauan , hujan deras turun secara merata hampir di seluruh kecamatan di Bandar Lampung pada Kamis (8/1/2026) mulai pukul 17.00 WIB.

Kesaksian warga

Darmawan (45), warga Kecamatan Sukabumi mengatakan, banjir mulai terjadi sesaat setelah hujan deras turun.

"Enggak lama dari hujan, air meluap dari siring (drainase)," kata dia saat dihubungi, Kamis sore.

Menurut Darmawan, ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter, sehingga air pun masuk hingga ke dalam rumah.

Hujan deras juga memicu banjir di Jalan Wiratama atau di belakang toko Depo Bangunan, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.

Agus (47), warga Kecamatan Sukarame mengatakan, banjir melanda hampir seluruh wilayah permukiman tempatnya tinggal.

Sedangkan Febri (25), warga Jalan Wiratama, juga mengaku huniannya kebanjiran pada Kamis malam.

"Jadi tadi itu hujan dari pukul 16.30 WIB sampai berhenti hujan itu sekitar 19.30 WIB, langsung banjir," kata Febri, Kamis malam. 

Dilansir dari Tribun, Febri mengatakan bahwa banjir yang terjadi kali ini menjadi yang terparah dalam beberapa waktu terakhir.

"Kalau sebelumnya, banjir tak separah ini, tapi malam ini lumayan parah banjirnya," ucap Febri.

Melihat banjir yang cukup besar, Febri langsung mengamankan keluarganya ke tempat yang lebih nyaman.

Namun sayang, harta bendanya tak semua dapat diselamatkan. Menurutnya, banjir pada Kamis malam tersebut merusak sejumlah peralatan elektronik miliknya dan warga lain.

Febri berharap pemerintah terkait segera memiliki solusi mengatasi banjir di sekitar Bandar Lampung.

Usai banjir menerjang, sejumlah petugas dari BPBD, Satpol PP, serta TNI dan Polri, terlihat bekerja sama menyedot air yang menggenangi areal permukiman warga menggunakan alat alkon.

Berdasarkan informasi sementara, banjir terjadi di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung.

Selain di Jalan Wiratama, air juga menggenangi wilayah Sukarame, Way Halim, dan Rajabasa.

Peringatan BMKG

Sementara itu, berdasarkan peringatan dini dampak hujan lebat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Kota Bandar Lampung berpotensi meningkatkan debit air sungai dan limpasan permukaan secara signifikan.

Kondisi ini dapat memicu genangan meluas hingga banjir pada wilayah rawan, terutama di daerah dataran rendah, sekitar aliran sungai, serta kawasan dengan sistem drainase terbatas.

Status siaga diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

BMKG menyebutkan, kecamatan yang berpotensi terdampak ialah Panjang, Bumi Waras, Kedamaian, Enggal, Teluk Betung Utara, Teluk Betung Barat, Kemiling, dan Tanjung Karang Barat.

Kemudian Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Teluk Betung Timur, Teluk Betung Selatan, Rajabasa, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, dan Langkapura. Lalu, Kecamatan Kedaton, Way Halim, Sukarame, Sukabumi, serta Tanjung Karang Timur.

Dilansir dari laman resmi BMKG, dalam potensi cuaca 3 harian, ini prediksi cuaca di Provinsi Lampung sepanjang 9-11 Januari 2026:

  • 9 Januari 2026: akan terjadi hujan sedang hingga lebat.
  • 10 Januari 2026: akan terjadi hujan hujan sedang hingga lebat, juga angin kencang.
  • 11 Januari 2026: akan terjadi hujan sedang hingga lebat.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

"Memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, aktivitas wisata, dan perayaan malam pergantian tahun," tulis BMKG di laman resmi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang