Banjir Landa Kota Bengkulu, BPBD Catat 2.792 Warga Terdampak di Empat Kecamatan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mencatat ribuan warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras berintensitas tinggi.
Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sejak Kamis (1/1/2016) malam dan dampaknya masih dirasakan hingga awal pekan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, sebanyak 2.792 orang atau 698 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.
Air menggenangi permukiman warga di empat kecamatan dengan ketinggian bervariasi, sehingga mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
"BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan serta menyiagakan personel untuk penanganan darurat dan membantu warga terdampak," kata Ardana di Bengkulu, Senin (5/1/2026) dikutip dari Antara.
Wilayah mana saja yang terdampak banjir?
Banjir dilaporkan melanda sejumlah kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Muara Bangkahulu, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bentiring, Bentiring Permai, dan Rawa Makmur.
Sementara di Kecamatan Sungai Serut, banjir merendam Kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Sukamerindu, Kampung Kelawi, Pasar Bengkulu, dan Surabaya.
Selain itu, bencana juga berdampak di Kecamatan Ratu Agung yang mencakup Kelurahan Tanah Patah, Kebun Tebeng, Sawah Lebar Baru, dan Sawah Lebar.
Di Kecamatan Selebar, Kelurahan Pagar Dewa dilaporkan mengalami longsor pada aliran sungai akibat debit air yang meningkat.
Meski banjir merendam permukiman warga dan fasilitas lingkungan, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini. Namun, kerugian material dan gangguan aktivitas warga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Bagaimana langkah penanganan darurat dilakukan?
Pemkot Bengkulu mengambil sejumlah langkah untuk menangani dampak banjir dan memastikan keselamatan warga.
Selain menyiagakan personel BPBD, pemerintah daerah juga mendirikan tenda pengungsian dan mengirimkan mobil dapur umum ke lokasi terdampak.
Untuk membantu proses evakuasi dan mobilitas di wilayah yang tergenang, perahu karet turut dikerahkan. Upaya ini dilakukan guna memastikan bantuan dapat menjangkau warga dengan cepat, terutama di kawasan yang sulit diakses akibat genangan air.
Di sektor kesehatan, Pemkot Bengkulu membuka pos pelayanan kesehatan gratis di beberapa kelurahan terdampak.
Posko kesehatan tersebut tersebar di Kelurahan Tanjung Jaya, Kebun Tebeng, Rawa Makmur, Bentiring, dan sejumlah lokasi lainnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebutkan, petugas kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir.
"Saat ini kami kerahkan para petugas untuk siaga di pos kesehatan tanggap banjir di berbagai titik terdampak banjir, untuk mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat," ujar Nelli.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai penyakit yang kerap muncul saat banjir, antara lain flu, demam, malaria, diare, serta infeksi kulit.
Warga yang merasakan keluhan kesehatan diimbau segera mendatangi posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang