BPBD: Banjir Cirebon Berangsur Surut, 9.731 Warga Terdampak

BPBD Cirebon, banjir Cirebon, Kabupaten Cirebon, warga terdampak banjir, BPBD: Banjir Cirebon Berangsur Surut, 9.731 Warga Terdampak, Penyebab banjir Cirebon, Ribuan warga terdampak banjir , Ribuan rumah dan fasilitas umum terendam, Penanganan darurat dan kebutuhan mendesak untuk warga Cirebon

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah tersebut pada 13-14 Desember 2025 kini berangsur surut, meskipun beberapa lokasi masih tergenang air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cirebon Hadi Eko mengatakan, berdasarkan pembaruan data banjir Cirebon hingga Senin (15/12/2025) pukul 10.50 WIB, genangan air di sebagian besar wilayah terdampak telah mengalami penurunan signifikan.

“Secara umum banjir sudah berangsur surut di mayoritas lokasi terdampak,” kata Hadi seperti dikutip Antara, Senin (15/12/2025).

Hasil asesmen BPBD Cirebon menunjukkan masih terdapat beberapa titik yang belum sepenuhnya surut, di antaranya Desa Wanakaya dengan ketinggian air berkisar 20-40 sentimeter.

Selain itu, banjir juga masih terpantau merendam kawasan permukiman warga di Desa Panguragan dan Panguragan Wetan.

“Tim Pusdalops BPBD bersama pihak terkait, saat ini masih melakukan asesmen (terkait banjir),” ujar Hadi.

Penyebab banjir Cirebon

Hadi menjelaskan, banjir Cirebon dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup panjang yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (13/12/2025) malam hingga Minggu (14/12/2025) dini hari.

“Peristiwa banjir ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, sehingga menyebabkan beberapa sungai meluap,” ucap Hadi seperti dikutip TribunJabar, Senin (15/12/2025).

Luapan air terjadi di sejumlah daerah aliran sungai (DAS), di antaranya Sungai Winong, Sungai Pulasaren, Sungai Siuntuk, serta Sungai Karangdawa yang melintas di kawasan permukiman padat penduduk.

Air kemudian masuk ke kawasan permukiman warga, terutama di wilayah hilir aliran sungai, seperti Kecamatan Gunungjati, Plumbon, Panguragan, Arjawinangun, Plered, Klangenan, dan sekitarnya.

Ribuan warga terdampak banjir 

BPBD Cirebon, banjir Cirebon, Kabupaten Cirebon, warga terdampak banjir, BPBD: Banjir Cirebon Berangsur Surut, 9.731 Warga Terdampak, Penyebab banjir Cirebon, Ribuan warga terdampak banjir , Ribuan rumah dan fasilitas umum terendam, Penanganan darurat dan kebutuhan mendesak untuk warga Cirebon

sejumlah rumah di kompleks perumahan Pondok Pandawa Desa Junjang Wetan Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Jawa Barat terendam banjir pada Minggu (14/12/2025) siang.

BPBD Cirebon mencatat banjir merendam sedikitnya 26 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan.

Jumlah warga terdampak banjir tercatat mencapai 9.731 jiwa dari 3.864 kepala keluarga (KK).

Sementara, data pada tahap awal mencatat sedikitnya 6.530 warga dari 1.843 KK terdampak di 22 desa dan kelurahan.

Dari total warga terdampak, sebanyak 45 orang sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu malam,” terang Hadi.

Sementara itu, ia menyebutkan, wilayah dengan jumlah warga terdampak banjir yang cukup besar berada di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, dengan lebih dari 4.000 jiwa terdampak.

Ribuan rumah dan fasilitas umum terendam

BPBD Cirebon mencatat sedikitnya 2.816 unit rumah sempat terendam banjir, sementara pada tahap awal pendataan tercatat 1.306 unit infrastruktur dan fasilitas umum ikut terdampak.

Sejumlah fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga tempat usaha warga turut terendam air, meskipun sebagian besar telah kembali berfungsi seiring surutnya genangan.

BPBD juga mencatat adanya kerusakan tanggul penahan sungai di Desa Kebarepan.

Meski berdampak luas, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban luka maupun korban meninggal dunia.

“Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada laporan korban luka maupun korban meninggal dunia,” kata Hadi.

Penanganan darurat dan kebutuhan mendesak untuk warga Cirebon

Dalam penanganan darurat, BPBD Cirebon bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran wilayah terdampak serta evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.

“Fokus kami saat ini adalah evakuasi warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar,” ujarnya.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan awal berupa selimut dan logistik kepada warga terdampak banjir dan para pengungsi.

Namun demikian, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan, meliputi air bersih, sanitasi, makanan siap saji, serta pembersihan lumpur dan sampah pascabanjir.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.com dengan judul “Cirebon Dikepung Banjir Hebat: Tanggul Sungai Jebol, Ribuan Rumah Terendam Sejak Malam Minggu”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang