Banjir Meluas di Kudus, Jalan Lingkar Pati Terendam hingga 48.193 Warga Terdampak

BPBD Kudus, Banjir Meluas di Kudus, Jalan Lingkar Pati Terendam hingga 48.193 Warga Terdampak, Bagaimana sebaran wilayah terdampak banjir di Kudus?, Berapa jumlah warga terdampak dan pengungsi?, Di mana saja lokasi pengungsian dan dapur umum?, Baca juga:

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 25 desa terdampak banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak awal pekan ini.

Hujan deras yang turun secara terus-menerus memicu luapan sejumlah sungai, sehingga menggenangi permukiman warga dan akses jalan dengan ketinggian air yang bervariasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa banjir tersebut tersebar di enam kecamatan.

"Puluhan desa yang terdampak banjir saat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1/2026) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati," kata Eko di Kudus, Rabu (14/1/2026) dikutip dari Antara.

Bagaimana sebaran wilayah terdampak banjir di Kudus?

Eko merinci, Kecamatan Mejobo menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak paling banyak, yakni 10 desa.

Disusul Kecamatan Jekulo dengan lima desa, Kecamatan Jati empat desa, Kecamatan Kaliwungu tiga desa, Kecamatan Undaan dua desa, serta Kecamatan Bae satu desa.

Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada infrastruktur jalan. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Jalan Lingkar Kudus-Pati.

Genangan air terjadi di tiga titik utama, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo.

Genangan di jalur tersebut sudah terjadi sejak Minggu (11/1/2026) dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Antrean kendaraan sempat mengular karena pengendara harus memperlambat laju kendaraan demi keselamatan.

Berapa jumlah warga terdampak dan pengungsi?

BPBD Kudus mencatat jumlah warga terdampak cuaca ekstrem akibat hujan dengan intensitas sangat tinggi mencapai 15.237 kepala keluarga atau sekitar 48.193 jiwa.

Jumlah ini berasal dari berbagai wilayah yang terendam banjir maupun terdampak luapan sungai.

Untuk hari Rabu (14/1/2026), Eko mengungkapkan jumlah desa terdampak banjir kembali bertambah. Sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak tergenang, kini mulai terendam air, sehingga menambah jumlah warga yang harus mengungsi.

"Untuk hari ini, jumlah desa terdampak banjir semakin bertambah karena sebelumnya hanya beberapa desa, termasuk rumah yang sebelumnya belum tergenang, kini mulai tergenang sehingga semakin menambah jumlah pengungsi," ujarnya.

Hingga Rabu (14/1/2026), jumlah pengungsi yang terdata mencapai 164 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 orang merupakan laki-laki dan 118 perempuan.

Di mana saja lokasi pengungsian dan dapur umum?

BPBD Kudus telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian bagi warga terdampak. Dua lokasi utama yang digunakan sebagai tempat pengungsian adalah TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum disiagakan di tujuh titik, antara lain:

  • MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus
  • Balai Desa Kesambi
  • Balai Desa Jojo
  • Balai Desa Kirig
  • TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor
  • Kantor PMI Kudus
  • Balai Desa Karangrowo.

Baca juga:

Selain banjir, Kabupaten Kudus juga dilanda bencana lain akibat cuaca ekstrem. BPBD Kudus mencatat kejadian tanah longsor di sejumlah wilayah dengan jumlah lokasi yang cukup banyak.

Tanah longsor terjadi di Kecamatan Bae sebanyak dua lokasi, Kecamatan Gebog di 38 lokasi, serta Kecamatan Dawe yang paling banyak terdampak dengan 92 lokasi longsor, baik berskala kecil maupun besar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang