John Herdman: Saya Tak Lihat Paspor, Keberagaman Kekuatan Timnas Indonesia
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, tak mau melihat paspor pemain. Ia menilai keberagaman akan jadi kekuatan Timnas Indonesia.
John Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) di Hotel Mulia, Jakarta.
Sejatinya, perkenalan John Herdman dijadwalkan pada Senin (12/1) kemarin. Cuma, agenda tersebut mesti diundur karena sang pelatih asal Kanada mengalami masalah kesehatan.
John Herdman datang sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan membawa pengalaman menukangi Timnas Kanada yang juga diberkahi keberagaman.
Pelatih asal Inggris tersebut sadar akan tantangan yang akan dia hadapi sebagai pelatih Timnas Indonesia, yaitu menyatukan potensi pemain diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara dan mengombinasikan dengan talenta lokal.
Bagi Herdman, itu adalah kekayaan yang mesti dimaksimalkan Timnas Indonesia.
“Maksud saya, saya tidak melihat paspor. Saya melihat orang-orang melihat peluang," tutur John Herdman.
"Saya pikir itulah yang paling penting dalam budaya ini, yaitu menerima bahwa keberagaman kami akan menjadi kekuatan terbesar kita."
"Dan jika kita memilih untuk menjadikannya sebagai kelemahan, maka itu akan menjadi kelemahan," ujar pria yang pernah bekerja sebagai dosen paruh waktu di Universitas Northumbria tersebut.
Herdman kemudian mengisahkan masa kerjanya di Timnas Kanada. Seperti diketahui, Herdman pernah membesut Timnas putra Kanada pada 2018-2023.
"Pada masa saya di Kanada. Kami hidup dalam sebuah titik peleburan dari populasi yang beragam, para imigran yang datang ke negara itu," ujar Herdman.
"Dan dengan hal itu, di dalam satu ruang ganti, ada orang Jamaika, Amerika Selatan, Eropa, Serbia, Skotlandia, Inggris, dan hal yang paling penting adalah kejelasan visi kami."
"Kejelasan visi itu tidak pernah runtuh. Kami bertanggung jawab secara kolektif untuk mengenakan seragam ini, dan tidak ada bedanya di sini di Indonesia."
"Kami adalah sekelompok orang yang memiliki keistimewaan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengenakan seragam Indonesia,” ujar Herdman.
Herdman meninggalkan catatan manis semasa menukangi Kanada. Ia membawa Timnas Kanada menembus Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun penantian.
Sebelumnya, ketika bertugas sebagai pelatih Timnas Putri Kanada, Herdman juga merasakan atmosfer mentas di Piala Dunia Putri 2015.
Ia jadi pelatih pertama yang mampu mengantar timnas putra dan putri sebuah negara lolos ke ajang Piala Dunia.
Sebelum terjun ke dunia profesional sebagai peracik taktik, John Herdman pernah bekerja sebagai guru olahraga di kampung halamannya, Consett, Inggris.
Menurut catatan Talksport, John Herdman juga pernah mengajar di Universitas Northumbria departemen ilmu keolahragaan, sembari menjalani tugas melatih di akademi Sunderland.
Semasa jadi bagian staf kepelatihan akademi Sunderland, ia pernah menangani Jordan Henderson, yang kemudian tumbuh jadi andalan Liverpool dan Timnas Inggris.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang