Apa Itu Kejahatan Love Scamming yang Kantornya Digrebek di Sleman? Ini Penjelasan Pakar Siber
Sindikat kejahatan love scamming tingkat internasional digrebek Polresta Yogyakarta di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Praktik love scamming ini terungkap saat Polresta Yogyakarta melakukan patroli siber di media sosial Facebook dan menemukan unggahan lowongan kerja yang mencurigakan.
Saat dilakukan pendalaman diketahui bahwa kantor PT Altair Trans Services yang beralamatkan di Jalan Gito Gati Kabupaten Sleman, DIY, menjadi markas praktik love scamming.
Apa itu love scamming?
Love scamming adalah penipuan berkedok asmara secara online di mana pelaku membangun hubungan asmara palsu melalui media sosial atau aplikasi kencan untuk memanipulasi perasaan korban demi keuntungan finansial atau materiil.
Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa love scamming itu adalah aktivitas scam (penipuan) yang menggunakan modus cinta.
“Jadi, korbannya akan didekati oleh lawan jenisnya, lalu berpura-pura memberi perhatian, ada kehidupan yang mapan dan dengan janji-janji yang lainnya, lalu membina hubungan dengan korbannya,” kata Alfons saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
“Sesudah mendapatkan kepercayaan korbannya, lalu mulailah ditipu,” lanjutnya.
Biasanya, jelas Alfons, untuk melancarkan aksi tersebut korbannya ditipu dengan profil yang keren.
“Ada profil artis, profil pejabat ASN, polisi, atau apa. Lalu nanti korbannya akan diminta transfer duit atau (dengan alasan) mau nabung bareng atau apa. Ya, intinya seperti itu,” jelas dia.
Modus kejahatan love scamming
Polresta Yogyakarta saat konfrensi pers kasus love scamming sasar warga negara asing, Rabu (7/1/2025)
Alfons juga menjelaskan salah satu modus yang digunakan para pelaku love scamming adalah mendekati korban yang “kurang perhatian”.
“Sekarang kan udah jaman digital ya, jadi hubungan personal itu sudah sulit, yang sehat ya. Jadi orang biasa digital (LDR), lalu sehingga orang kurang perhatian,” ujar Alfons.
Menurut dia, para pelaku mencari korban-korban yang mengalami masalah komunikasi, yang sulit mendapatkan jodoh, atau masalah percintaan lain.
“Sehingga mereka memanfaatkan kelemahan itu untuk mendekati korbannya, dan menjalankan aksinya untuk pura-pura memberikan perhatian”, pungkasnya.
“Bisa dari Facebook, dari Instagram, atau dari WhatsApp, tau-tau menghubungi, lalu biasanya dengan profil yang sudah direkayasa,” sambung dia.
Alfons mengatakan, untuk menarik perhatian korban pria, mereka akan menjadi wanita cantik. Sebaliknya jika target adalah wanita, maka pelaku akan berpura-pura menjadi pria ganteng.
Penggerebekan kantor love scamming di Sleman
Dalam kasus kantor love samming di Sleman, PT Altair Trans Service mempekerjakan sekitar 200 pegawai, tugasnya bercakap-cakap melalui aplikasi kencan.
Target para pelaku love scamming ini adalah warga negara asing dari Amerika, Kanada, Australia, dan Inggris.
Setelah akrab dengan klien, para pegawai ini mengirimkan konten-konten pornografi kepada klien dengan syarat harus membeli koin agar konten tersebut dapat dibuka.
Pegawai atau yang disebut agen ini berperan atau berpura-pura sebagai wanita sesuai dengan asal negara korban, yaitu Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia.
Mereka melakukan pendekatan bujuk rayu, dengan tujuan agar korban melakukan transaksi pembelian koin dan kirim gift dengan besaran nominal tertentu.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang